Selasa, 17 Februari 2026

CONTOH RANCANGAN PEMBELAJARAN MENDALAM (RPM)_BAHASA INDONESIA UNTUK OBSERVASI KINERJA GURU_SATU KALI PERTEMUAN

 

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM (PPM)

MATA PELAJARAN: Bahasa Indonesia

Bab 4: Aksi Nyata Para Pelindung Bumi

 

A.   Identitas Modul

Nama Sekolah                  :    SMP Muhammadiyah Lajoa

Nama Penyusun               :    Mila Amalya Munir, S.Pd.

Mata Pelajaran                :    Bahasa Indonesia

Fase / Kelas /Semester     :    D / VII / Genap

Alokasi Waktu                 :    1 Pertemuan (1 x 2 JP @ 40 menit)

Tahun Pelajaran              :    2025 / 2026

 

B.   Identifikasi Kesiapan Murid

Murid pada umumnya memiliki pengetahuan dasar tentang isu lingkungan dan kepedulian terhadap alam dari pengalaman sehari-hari, media massa, atau pelajaran sebelumnya. Minat mereka bervariasi, ada yang sangat peduli lingkungan, ada pula yang belum terlalu memahami dampaknya. Latar belakang sosial dan budaya Murid akan memengaruhi perspektif mereka terhadap masalah lingkungan. Kebutuhan belajar mereka mencakup pemahaman konsep, pengembangan keterampilan berpikir kritis, kemampuan berkolaborasi, serta ekspresi diri melalui bahasa. Beberapa mungkin membutuhkan dukungan lebih dalam memahami kosakata baru atau menyusun argumen, sementara yang lain mungkin siap untuk tantangan yang lebih kompleks.

 

C.   Karakteristik Materi Pelajaran

Materi pelajaran pada Bab 4 ini berfokus pada pengembangan pengetahuan faktual (mengenai berita, informasi lingkungan), konseptual (konsep kepedulian lingkungan, struktur berita, unsur kebahasaan), dan prosedural (menulis berita, berdiskusi). Materi ini sangat relevan dengan kehidupan nyata Murid karena membahas isu lingkungan yang berdampak langsung pada kehidupan mereka dan masa depan. Tingkat kesulitan materi bervariasi, mulai dari pemahaman dasar tentang berita hingga kemampuan menyusun berita dan berdiskusi secara kritis. Struktur materi disajikan secara tematik, memungkinkan integrasi nilai dan karakter seperti kepedulian sosial, tanggung jawab, kritis, kreatif, dan kolaboratif.

 

D.   Dimensi Lulusan Pembelajaran

Berdasarkan tujuan pembelajaran dan karakteristik materi, dimensi lulusan yang akan dicapai adalah:

     Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan: Melalui kesadaran akan tanggung jawab menjaga lingkungan sebagai bentuk syukur dan ketaatan kepada Tuhan.

     Penalaran Kritis: Mengidentifikasi informasi yang relevan, mengevaluasi argumen, dan menyusun solusi terkait isu lingkungan.

     Kreativitas: Mengembangkan ide-ide baru dalam menyampaikan informasi dan solusi lingkungan.

     Kolaborasi: Bekerja sama dalam kelompok untuk menganalisis berita, berdiskusi, dan menyusun laporan.

     Komunikasi: Menyampaikan gagasan, informasi, dan argumen secara lisan maupun tulisan dengan jelas dan efektif.

 

DESAIN PEMBELAJARAN

 

A.   Capaian Pembelajaran (CP) Nomor : 046 Tahun 2025

Pada akhir Fase D, murid memiliki kemampuan sebagai berikut:

1.    Menyimak : Menganalisis gagasan, pandangan, arahan, dan/atau pesan dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan); dan menganalisis unsur intrinsik teks sastra berbentuk teks aural.

2.    Membaca dan Memirsa : Menganalisis informasi berupa gagasan, pandangan, arahan, dan/atau pesan dari berbagai tipe teks berwujud teks visual dan/atau audiovisual untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat; menginterpretasi informasi untuk mengungkapkan kepedulian dan/atau pendapat pro/kontra dari berbagai tipe teks berwujud teks visual dan/atau audiovisual; dan mengevaluasi kualitas dan/atau kredibilitas dari berbagai tipe teks berwujud teks visual dan/atau audiovisual menggunakan sumber informasi lain.

3.    Berbicara dan Mempresentasikan : Mempresentasikan gagasan, pandangan, arahan, dan/atau pesan untuk tujuan pengajuan usul dan pemberian solusi dalam bentuk monolog, dialog logis, dan/atau berbagai tipe teks secara kritis dan kreatif; dan menyajikan ungkapan kepedulian dari berbagai tipe teks dan/atau teks multimodal.

4.    Menulis : Menulis gagasan, pandangan, arahan, pesan, pengalaman, dan/atau imajinasi dalam berbagai tipe teks secara logis, kritis, kreatif, menarik, dan/atau indah; menulis ungkapan kepedulian dan/atau pendapat pro/kontra dalam berbagai tipe teks berbentuk teks multimodal; dan menggunakan kosakata baru yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan kiasan untuk menulis.

 

B.   Lintas Disiplin Ilmu

     Ilmu Pengetahuan Alam (IPA): Memahami konsep dasar ekologi, dampak lingkungan, dan solusi ramah lingkungan.

     Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS): Memahami isu sosial dan ekonomi yang berkaitan dengan lingkungan, serta peran masyarakat dalam menjaga kelestarian alam.

     Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn): Membangun kesadaran akan hak dan kewajiban sebagai warga negara dalam menjaga lingkungan.

     Seni Budaya: Menggunakan ekspresi seni untuk menyampaikan pesan lingkungan.

 

c.   Tujuan Pembelajaran

Mengenali Karakteristik Berbagai Media Informasi

     Murid mampu mengidentifikasi unsur-unsur berita yang akurat dan kredibel dari berbagai sumber media (penalaran kritis, komunikasi).

 

d.   Topik Pembelajaran Kontekstual

Topik pembelajaran akan berpusat pada isu-isu lingkungan lokal maupun global yang relevan dengan kehidupan Murid, seperti:

     Pengelolaan sampah di lingkungan sekolah/sekitar rumah.

     Pencemaran udara dan air.

     Pemanasan global dan perubahan iklim.

     Upaya pelestarian keanekaragaman hayati.

     Kampanye lingkungan yang dilakukan oleh komunitas setempat.

 

e.   Kerangka Pembelajaran

Praktik Pedagogik:

     Model Pembelajaran: Discovery Learning (menemukan konsep dan informasi secara mandiri), Project-Based Learning (menghasilkan produk infografik/laporan).

     Strategi: Kooperatif (kerja kelompok), Inkuiri (penyelidikan informasi), Pemecahan Masalah.

     Metode: Diskusi kelompok, presentasi, studi kasus, penulisan.

     Mindful Learning: Diawali dengan refleksi diri tentang pentingnya menjaga lingkungan, aktivitas bernapas sadar sebelum memulai pelajaran.

     Meaningful Learning: Mengaitkan materi dengan pengalaman nyata Murid dan isu lingkungan di sekitar mereka, melibatkan emosi melalui cerita inspiratif tentang pelindung bumi.

     Joyful Learning: Menggunakan permainan interaktif (misalnya tebak berita), lomba kelompok, sesi berbagi pengalaman menarik, dan apresiasi positif.

 

Kemitraan Pembelajaran:

     Lingkungan Sekolah: Pustakawan (mendukung pencarian sumber berita), Guru IPA/IPS (memberikan konteks keilmuan tentang lingkungan).

     Lingkungan Luar Sekolah: Mengundang narasumber pegiat lingkungan lokal (jika memungkinkan), kunjungan virtual ke bank sampah atau pusat daur ulang.

     Masyarakat: Mengajak Murid untuk mengamati isu lingkungan di lingkungan sekitar dan mencari solusi sederhana bersama keluarga atau tetangga.

 

Lingkungan Belajar:

     Ruang Fisik: Kelas diatur untuk mendukung diskusi kelompok (misalnya, meja bundar), dinding kelas dijadikan "papan berita" untuk menampilkan contoh berita cetak/daring atau infografik.

     Ruang Virtual: Menggunakan platform daring untuk berbagi sumber berita, melakukan diskusi asinkron, dan mengunggah hasil karya.

     Budaya Belajar: Mendorong rasa ingin tahu, saling menghargai pendapat, berani bertanya dan berargumen, serta bertanggung jawab terhadap lingkungan.

 

Pemanfaatan Digital:

     Pemanfaatan perpustakaan digital/situs berita daring: Mencari dan membandingkan berita.

     Forum diskusi daring (Google Classroom/WhatsApp Group): Untuk diskusi asinkron, berbagi ide, dan umpan balik.

     Aplikasi presentasi (Canva/Google Slides): Untuk membuat infografik.

     Aplikasi kuis interaktif (Kahoot/Quizziz): Untuk asesmen formatif pemahaman kosakata atau unsur berita.

     Aplikasi kolaborasi (Google Docs/Miro): Untuk kerja kelompok dalam menyusun ringkasan atau draf berita.

 

f.    Langkah-Langkah Pembelajaran Berdiferensiasi

Mengembangkan Informasi dalam Berita

Kegiatan Pendahuluan (10 menit)

     Guru mengajak Murid untuk melakukan peregangan ringan dan mengambil napas dalam-dalam (Mindful Learning).

     Guru meminta Murid untuk mengingat dan menjawab terkait materi yang sudah dipelajari sebelumnya.

     Guru menampilkan sebuah berita pendek tentang lingkungan yang tidak lengkap dan meminta Murid menebak apa yang kurang dari berita tersebut (Joyful Learning).

 

Kegiatan Inti (60 menit)

Memahami:

     Guru menjelaskan unsur-unsur berita (5W+1H) dan pentingnya kelengkapan informasi.

     Guru memberikan contoh berita bisa dari surat kabar/koran/artikel ataupun memutarkan rekaman audio/video singkat berita lingkungan dan meminta Murid mencatat poin-poin penting (diferensiasi auditori/visual).

Mengaplikasi:

     Murid dalam kelompok (diferensiasi readiness: kelompok dengan pemahaman unsur berita yang lebih kuat bisa langsung menganalisis, kelompok lain dengan panduan lebih terstruktur) memilih satu berita lingkungan yang mereka temukan sebelumnya atau yang disediakan guru.

     Mereka mengidentifikasi unsur 5W+1H dari berita tersebut.

     Setiap kelompok ditugaskan untuk menyusun ringkasan berita berdasarkan informasi yang mereka temukan, memperhatikan kelengkapan unsur 5W+1H.

Merefleksi:

     Beberapa kelompok mempresentasikan ringkasan berita mereka dan menjelaskan unsur-unsur berita yang mereka temukan.

     Guru dan Murid lainnya memberikan umpan balik tentang kelengkapan informasi dan penggunaan unsur-unsur berita.

 

Kegiatan Penutup (10 menit)

     Guru memberikan apresiasi atas upaya Murid dalam menyusun ringkasan berita.

     Murid menuliskan satu tantangan yang mereka hadapi saat merangkum berita dan bagaimana mereka mengatasinya (umpan balik konstruktif).

     Guru menyimpulkan pentingnya kelengkapan informasi dan penggunaan bahasa yang tepat dalam berita.

     Guru menginformasikan bahwa pertemuan selanjutnya akan fokus pada penyajian berita dalam bentuk infografik atau laporan lisan, dan meminta mereka mulai memikirkan bagaimana cara menyajikan informasi lingkungan secara kreatif.

 

g.   Asesmen Pembelajaran

Asesmen Awal Pembelajaran (Diagnostik)

     Format Asesmen: Tes lisan, observasi, kuesioner singkat.

Pertanyaan/Tugas:

1.    Apa yang kalian ketahui tentang berita? Sebutkan salah satu contoh berita yang pernah kalian baca atau dengar!

2.    Menurut kalian, apa bedanya membaca berita di koran fisik dengan membaca berita di internet?

3.    Mengapa penting bagi kita untuk tahu berita tentang lingkungan?

4.    Pernahkah kalian ikut serta dalam kegiatan peduli lingkungan di sekolah atau di rumah? Ceritakan pengalamanmu!

5.    Apa harapan kalian terhadap pelajaran Bahasa Indonesia di bab ini?


Asesmen Proses Pembelajaran (Formatif)

     Format Asesmen: Observasi saat diskusi kelompok, penilaian unjuk kerja (saat presentasi kelompok, saat menyusun ringkasan), jurnal refleksi.

Pertanyaan/Tugas:

§  Observasi Diskusi Kelompok: Guru mengamati partisipasi aktif, kemampuan berargumen, dan kerja sama dalam kelompok saat membandingkan berita dan mengidentifikasi unsur-unsur berita.


Asesmen Akhir Pembelajaran (Sumatif)

     Format Asesmen: Penilaian proyek (infografik/laporan lisan), presentasi, tes tertulis.

 

 

 

 

Mengetahui,

Kepala Sekolah

 

 

 

Syafruddin Syafar, S.Pd, M.Pd.


 

Lajoa, 05 Januari, 2026

Guru Mata Pelajaran

 

 

 

Mila Amalya Munir, S.Pd.


 

 

 

 

 

 

LAMPIRAN

 

LEMBAR KERJA MURID (LKM)

 

JUDUL LKM: Aksi Nyata Para Pelindung Bumi: Memahami dan mengidentifikasi unsur-unsur Berita

 

1.    Identitas Murid

Nama Murid                  :    .................................................................

Tanggal                         :    .................................................................

Materi Pembelajaran     :    .................................................................

Fase / Kelas                   :    .................................................................

 

2.    Tujuan Pembelajaran

Setelah mengerjakan LKM ini, kalian diharapkan dapat:

     Mempelajari dan mendiskusikan unsur-unsur dalam teks berita.

     Mengenali karakteristik berbagai media informasi (cetak, digital, audiovisual).

     Mengidentifikasi unsur-unsur berita (judul, teras berita, isi berita, ADIKSIMBA).

 

3.    PANDUAN UMUM

     Baca dan pahami setiap instruksi pada setiap kegiatan.

     Gunakan buku "Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VII (Edisi Revisi)" dan "Panduan Guru Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VII (Edisi Revisi)" sebagai acuan utama.

     Kerjakan tugas secara mandiri atau berkelompok sesuai instruksi guru.

     Jika ada kesulitan, diskusikan dengan teman atau tanyakan kepada guru.

     Perhatikan rambu-rambu memilih berita untuk menghindari hoaks.

 

4.    Kegiatan Pembelajaran/Tugas

Kegiatan Mengidentifikasi Unsur-unsur Berita

     Identifikasi unsur-unsur berita (judul, teras berita, isi berita) pada berbagai berita yang telah kalian baca. Pastikan kalian dapat menemukan informasi ADIKSIMBA (Apa, Di mana, Kapan, Siapa, Mengapa, Bagaimana).

 

5.    Alat dan Bahan

     Buku Teks Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas VII (Edisi Revisi)

     Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas VII (Edisi Revisi)

     Alat tulis (pulpen, pensil)

     Buku catatan atau lembar kerja

     Kamus Bahasa Indonesia (cetak atau daring, seperti KBBI Daring)

     Akses internet (untuk berita digital, audiovisual, dan mengecek hoaks)

     Perangkat perekam suara/video (opsional, untuk kegiatan menyajikan berita secara audiovisual)

 

6.    Penilaian

Penilaian akan dilakukan berdasarkan indikator-indikator berikut:

     Pemahaman Unsur Berita: Kemampuan mengidentifikasi judul, teras berita, dan isi berita, serta unsur ADIKSIMBA.

     Analisis Media Informasi: Ketepatan dalam membandingkan karakteristik berita cetak, digital, dan audiovisual.

 

 

Contoh Rubrik Penilaian Teks Berita Eksplanasi

Skor

Deskripsi

4

Pengembangan fakta perinci, teras berita menarik, struktur kalimat baik, konjungsi tepat, kosakata kaya, nyaris tanpa kesalahan ejaan/tanda baca.

3

Pengembangan fakta kurang perinci, teras berita menarik namun dapat dieksplorasi, struktur kalimat baik namun kurang bervariasi, kosakata sehari-hari, beberapa kesalahan ejaan/tanda baca.

2

Pengembangan fakta sangat umum, teras dan isi berita terbagi paragraf, kesalahan struktur kalimat, konjungsi kurang tepat/variatif, kosakata sehari-hari, kesalahan ejaan/tanda baca membingungkan.

1

Penulisan fakta sangat umum/kurang elaboratif, teras/isi berita tidak dikenali, banyak kesalahan struktur/konjungsi, variasi kosakata minim, banyak kesalahan ejaan/tanda baca membingungkan.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar