Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 November 2022

Kumpulan Cerpen Karya Siswa SMP_Arti Seorang Kakak

Kumpulan Cerpen Siswa SMP dengan Tema “Arti Seorang Kakak”.

Cerpen atau dikenal dengan cerita pendek adalah suatu karya prosa naratif yang mengangkat kisah atau kejadian dari suatu tokoh. Cerpen cenderung singkat, padat dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi ataupun nonfiksi yang lain yang lebih panjang seperti novel.

Berdasarkan materi pelajaran Bahasa Indonesia pada jenjang SMP yang dimana materinya adalah “Menyusun Cerita pendek” maka dibawah ini adalah kumpulan Cerpen yang dibuat oleh siswa SMP Muhammadiyah Lajoa dengan tema “Arti Seorang Kakak”. Keempat cerpen dibawah ini merupakan cerpen yang lolos untuk dipublikasikan dari banyaknya cerpen yang dibuat oleh beberapa siswa dari dua kelas yang berbeda. Selain karya cerpen ini sudah sesuai dengan penyusunan cerpen yang sesuai dengan struktur cerpen serta kebahasaan cerpen dan juga dari judul serta ceritanya yang menarik maka inilah keempat cerpen tersebut yang berhasil dibuat oleh siswa SMP Muhammadiyah Lajoa.

 

The Greatest Brother

Karya: Eta Fitriani

 

Rahim dan seorang adik perempuannya yang bernama Eryn merupakan 2 saudara yang telah ditinggal orang tuanya. Mamanya telah meninggal dan papanya juga memiliki istri baru, papanya beserta keluarga barunya memilih pergi ke china, kala itu Rahim yang berumur 17 tahun sedangkan adiknya 7 tahun ditinggal di Indonesia.

Untuk menghidupi dirinya dan adiknya, Rahim mencari nafkah, ketik ia pulang sekolah dia akan membantu melayani pembeli disebuah toko, biasanya ia akan digaji 200k perbulan, namun untuk untuk kehidupannya sehari-hari itu tentu tidak cukup, dia juga harus membeli kebutuhan sekolahnya dan sekolah Eryn.

Mendekati hari ulang tahun Eryn, Rahim harus menabung dan menghemat uangnya, mengingat adiknya perna meminta dibelikan kue dan es krim dihari ulang tahunnya. Karena sangat menyayangi adiknya, Rahim akan berusaha memenuhi permintaan Eryn.

Kala itu uangnya belum cukup, Rahim harus menambah perkerjaannya, saat sore hari dia dia’ akan bekerja di tempat cuci mobil/motor. Dengan kerja kerasnya yang dilakukan Rahim untuk Eryn, akhirnya dapat mewujudkan permintaan sang adik.

Eryn sangat senang, dia sangat merasa beruntung memiliki kakak yang selalu memperlakukannya sebagai ratu. Namun itu bukanlah akhir dari kehidupan mereka, kehidupan mereka masih panjang, mengingat umur rahim yang masih remaja tentu mereka masih membutuhkan sosok orang tua disampingnya.

Mereka yang saat itu seharusnya merasakan kesenangan bersama teman -temanya tanpa memikirkan masalah yang ada, namun dipaksa dewasa dan mandiri oleh keadaan. Rahim kadang berpikir ingin menyerah namun dia juga tidak akan meninggalkan adiknya seorang diri.

Berkat kerabahan yang dimiliki Rahim. Beberapa tahun kemudian dia dapat kemudian dia dapat menyelesaikan sekolahnya dan meraih cita –citanya yaitu seorang dokter. Eryn juga tumbuh menjadi perempuan yang sabar dan ceria. Di tengah kesibukan sang kakak, Eryn juga mendirikan toko kecil yang menjual berbagai macam kue karena Eryn juga sangat menyukai kue. Mereka hidup bahagia, saling mengerti, dan saling melengkapi.

   Pesan

·        Tetaplah berusaha, tabah, dan jangan menyerah walau dihantam berbagai masalah.

·        Jika lelah istirahat sejenak, ingat!! Fajar masih menantimu untuk bertemu esok hari.

 

Biografi Penulis:

Hai, perkenalkan nama saya Eta Fitriani biasa dipanggil Eta. Saya lahir pada tanggal 11 September 2007 di Malaysia. Hobi saya membaca novel, makanan kesukaan saya sate dan minuman kesukaan saya Thai tea. Warna kesukaan saya warna hitam. Kenal lebih dekat dengan saya ikuti my ig: @whodatta

 

Kakak Ku Pahlawan Ku

Karya: Rifkah Rihadatul Ais

 

Hai! Perkenalkan aku Tania aku hidup bersama kakakku, pasti kalian bertanya – tanya, kemana orang tuaku? Orang tuaku telah meninggal karena kecelakaan, dan kakakku lah yang menggantikan ibu dan ayahku, saat orang tuaku meninggal aku baru berumur 5 tahun dan kakakku berumur 12 tahun setelah kejadian itu kakakku harus banting tulang untuk mencari uang sambil sekolah, kakakku harus bangun sekitar jam 2 untuk membuat kue setelah itu dia akan menjualnya di sekolah, sepulang sekolah aku dan kakakku melanjutkan jualan, oh iya pada saat kakak berangkat kesekolah aku dititipkan ke tetangga, Alhamdulillah tetanggaku sangat baik kepada kami.

Saat aku menginjak umur 7 tahun aku pun masuk sekolah dan dilain waktu kakak ku pun harus lebih giat berjualan mengingat uang spp sekolah yang sangat mahal. Seiring berjalannya waktu tak disangka kakak ku sudah lulus SMA dan aku sudah menginjak kalas 6 SD, kakak ku pun memutuskan untuk tidak lanjut kuliah mengingat perekonomian kami yang sangat kecil. Kakak ku pun pergi melamar kerja di cafe dan Alhamdulillah kakak ku keterima menjadi barista, akupun ikut bahagia mendengarnya, tetapi bahagia itu ternyata hanya sebentar karena kakak ku dipecat karena kakak ku dituduh mencuri uang di cafe tersebut.

Kakak ku sangat sedih tetapi aku selalu memberi semangat terhadap kakak ku dan tidak lupa mendoakanya seiring berjalannya waktu aku dan kakak ku lagi asik bercerita diteras dan aku berkata “kenapa kita tidak membuat toko kecil – kecilan aja kak lumayan untuk menambah kebutuhan sehari – hari” ujar Tania, kakakku pun berkata “ boleh juga dek”, keesokan harinya kakakku pun membuat kue dan dipajang di depan rumah. Setelah itu tetangga pun berdekatan untuk mencobanya dan ternyata banyak yang suka dan disaat hari itupun warga berdatangan untuk membelinya. Dan sekarang kami sudah mempunyai toko dimana – mana.

 

Biografi Penulis:

Rifkah Rihadatul Ais itu nama panjangku dan Fikah nama panggilanku aku lahir di Soppeng Sulawesi Selatan pada tanggal 1 Desember 2007. Aku bersekolah di SMP Muhammadiyah Lajoa, aku mempunyai ibu yang cantik bernama Rahmah dan ayah yang gagah Bernama Rapidding. Hobi saya adalah menyanyi dan warna kesukaan saya yaitu biru muda dan hitam.

 

Waktu Yang Berharga

Karya: Radiyatul Mardiyah Chairil

 

Disebuah desa hidulah seorang remaja yang tidak memiliki oarang tua, tetapi harus mengurus adiknya, Radit nama remaja tersebut dan Abel nama adiknya. Radit masih seorang pelajar, ia duduk di bangku kelas II SMA 2 GALAKSI “ bukanya SMA 2 GALAKSI itu mahal” ya Radit bersekolah di sekolah tersebut tentunya lewat prestasi atau beasiswa. Radit dan Abel adalah saudara yang tidak berkecukupan oleh sebab itu cara agar mereka tetap hidup adalah Radit mencari nafka atau kerja sampingan.

Orang tua Radit dan Abel telah meninggal ketika Radit berumur 5 tahun dan Abel yang masih bayi. Radit harus amanah dengan pesan kedua orang tuanya dengan menjaga adiknya sebaik mungkin. Pada suatu saat Radit ingin kesekolah tetapi Abel sedang terbaring lemas dan harus minum obat secepatnya, dengan melihat keadaan adiknya tersebut Radit bolos sekolah dan cepat – cepat ia mencari uang tambahan untuk obat adiknya. Radit menjadi tukang parkir, pelayan dipasar, dan mengamen di jalan demi mendapatkan uang yang lebih. Setelah uangnya terkumpulkan ia bergegas membeli obat dan makanan untuk adiknya.

Radit adalah seorang remaja yang pekerja keras, ia sangat menyayangi adiknya oleh karena itu radit tidak ingin melihat Abel sedih. Suatu saat adiknya minta dibelikan kue dan ice cream dihari ulang tahunnya, tetapi Radit tidak memiliki uang untuk memenuhi permintaan adiknya disisi lain juga Radit tidak ingin melihat Abel sedih, ia ingin melihat Abel bahagia. Radit berusaha mencari pekerjaan agar memenuhi permintaan Abel.

Ia bekerja cukup lama, dari pagi hingga sore, tetapi uang yang dihasilkan belum cukup untuk membeli kue dan ice cream, Radit pulang kerumah sangat kaget melihat adiknya terjatuh dilantai, dengan cepat Radit meminta tolong kepada pak rt untuk membawa adiknya kerumah sakit, sesampai dirumah sakit Radit sangat khawatir kepada Abel, Pak RT?  Pak rt sudah pulang karena ada urusan mendadak Abel ditangani cukup lama, Radit sangat merasa bersalah karena tidak menjaga adiknya, dia akan melakukan hal apapun untuk adiknya tetap sehat.

Tidak lama dari itu dokter keluar dari ruangan dengan cepat Radit menayakan kepada dokter apa yang terjadi dengan Abel, dokter mengatakan hal yang tidak Radit pikirkan sebelumnya, Radit sangat terpukul dengan yang dokter katakan bahwa Abel terkena kanker otak stadium akhir, waktu Abel sudah tidak lama lagi. Radit dengan cepat masuk ke dalam dan melihat adiknya yang tertidur tenang, air matanya sudah tidak bisa di tahan lagi, tangisannya pecah ketika melihat adik tersayangnya yang sangat ceria, waktunya sudah tidak lama lagi.

Radit menghabiskan waktu dengan adiknya,ia juga mendapat sumbangan dari sekolahnya untuk membayar rumah sakit, sungguh senang rasanya ketika di kelilingi oleh orang baik. Radit bermain dengan Abel, sekali – kali mereka difoto oleh dokter karena terharu melihat momen tersebut. Radit membacakan dongeng dan memeluk adiknya, ia menangis tetapi ia berusaha menahannya agar adiknya tidak ikut sedih. Keesokan harinya radit melanjutkan untuk mencari nafka, hari itu hari minggu jadi Radit tidak kesekolah, setelah uang yang Radit cukup banyak Radit pergi ke toko kue untuk membelikan adiknya kue yang diminta sebelumnya.

Radit memilih kue yang berwarna pink dan tulisan yang ada dikue tersebut yaitu “ untuk adik tersayang”. Setelah itu Radit ke toko ice cream dan membeli banyak untuk adiknya. Sesampai dirumah sakit Radit kaget karena melihat perawat berlarian kesan kemari dan menuju dikamar adiknya dirawat, dengan cepat Radit masuk ke kamar adiknya ice cream dan kue yang tadinya dipegang oleh Radit terjatuh begitu saja dilantai ketika melihat adiknya telah diselimuti kain putih yang tandanya Abel sudah tidak ada lagi. Radit menangis tak percaya adik kesayangannya sudah meniggalkan dirinya dan dunia. Betapa sedihnya menjadi Radit ditinggal orang tua dan adik yang tidak bisa kembali lagi Radit sabar dengan kondisi saat ini di pemakaman adiknya Radit terus membacakan ayat suci sebelum meninggalkan pemakaman adiknya ia menciumi nisan yang bertuliskan “Arabella” itu.

Dari sini kita bisa simpulkan bahwa waktu adalah hal yang paling berharga. Dengan adanya cerita Radit dan Abel semoga kalian yang menyepelekan waktu agar berubah menjadi yang terbaik lagi, umur hanya maha kuasa yang tau.

Luangkan waktumu untuk orang yang kau sayang sebelum kamu kehilangan dan menyesal dikemudian hari dan ketika kamu tidak bersyukur atas yang diberikan ingatlah bahwa ada orang yang kurang dari kamu.

 

Biografi Penulis:

Halo, perkenalkan nama saya Radiyatul Mardiyah Chairil biasa dipanggil dengan sebutan “Diyah”. Hobi saya menulis dan menonton, saya sekarang duduk dibangku SMP kelas IXA. Saya lahir pada tanggal 30 Agustus 2007, di Makassar Sulawesi Selatan. Hal yang saya tidak suka mengenai hal makanan adalah jagung. Saya anak ke dua dari lima bersaudara, saya percaya dibalik susah payahnya kita berusaha ada keberhasilan yang menanti.

  

KAKAK TERHEBATKU

Karya: Ahriani

 

Di pagi hari dua gadis sedang bersiap – siap untuk pergi bersekolah. Tina dan Wulan masih menduduki bangku SMA dan SD. Mereka kakak beradik yang ditinggal oleh kedua orang tuanya sejak masih kecil. Tina berusia 7 tahun saat ia ditinggal ayah dan ibunya untuk selama – lamanya, dan adiknya masih berusia 2 tahun saat orang ditinggal orang tuanya, sangat memperhatinkan mereka harus ditinggal kedua orang tuanya disaat mereka masih kecil. Sekarang mereka harus tinggal bersama neneknya.

Waktu pulang sekolah telah tiba. Tina dan Wulan sudah berada di rumah, tina bersiap – siap untuk berangkat bekerja. Sejak ayah dan ibunya tidak ada ia menjadi tulang punggung keluarga dan harus membiayai sekolah dan neneknya yang sakit – sakitan. Sangat mengasihankan di umurnya yang sekarang harusnya bermain dengan teman seusianya harus bekerja keras  untuk membiayai keluarganya.

Saat malam hari tina bersiap – siap untuk pulang dari rumah majikannya “Bu saya pulang dulu sudah malam dan pekerjaan saya sudah selesai semua” ucap tina kepada ibu majikanya. Di saat sampai dirumah jam menujukkan pukul 22.00 dan seisi rumah sudah tidur. Tina membersihkan badan dan tidur di dekat adiknya. Wulan menyadari bahwa kakaknya sudah pulang, dia memeluk kakaknya itu dan mengatakan kepada kakaknya “aku sayang banget sama kakak, makasi telah bekerja keras untukku” tina tersenyum mendengar perkataan adiknya dan memeluk adiknya itu.

Hari ini tina pengumuman kelulusan. Tina dinyatakan lulus dengan nilai yang cukup tinggi. Ia sangat senang. Ia pulang kerumah untuk memberi tahu adik dan neneknya. Namun saat sampai dirumah tina mendapati rumahnya dikerumuni banyak orang, ia segera masuk dan ia melihat neneknya sudah tidak ada lagi “kakak” teriak adik wulan sambil berlari memeluk kakaknya. Mereka dan para tetangga mengantar neneknya ke tempat peristirahatan terakhirnya. Mereka sangat terpukul atas meniggalnya nenek.

Saat dirumah Tina menghibur adiknya yang masih menangis. “sudah jangan menangis lagi ikhlaskan nenek, masih ada kakak disini” kata Tina kepada adiknya untuk menghibur. Wulan merebahkan badanya di tempat tidur dan tidak lama Wulan tertidur, mungkin karena cape manangis sejak tadi. Tina pun ikut tidur di samping adiknya.

Di pagi hari Wulan bangun lebih cepat dari tina. Wulan menatap kakaknya itu dengan rasa bercampur aduk, ia sangat bangga memiliki kakaknya yang hebat seperti Tina dan ia juga kasihan kepada kakaknya yang harus bekerja untuk menghidupi dirinya. Aku bangga punya kakak sepertimu kak, kamu adalah kakak terhebatku kamu pahlawanku. Aku janji akan menjadi adik yang akan membanggakanmu.

 

Biografi Penulis:

Hai, perkenalkan namaku Ahriani biasa dipanggil Riani, aku tinggal di Cacaleppeng. Aku dilahirkan oleh ibu yang cantik bernama Alm. Rosnawati dan ayah yang tampan dan hebat yang bernama Misi. Aku suka menyanyi meskipun suaraku biasa-biasa saja. Aku suka warna hitam sekarang aku sudah menduduki bangku SMP kelas 9, aku bersekolah di SMP Muhammadiyah Lajoa. Kalian bisa kenal saya lebih dekat lewat akun ig saya @capry_queen

Jumat, 30 November 2018

Cerpen Fiksi 10 halaman | Karya Sendiri |


MENUNGGUMU DISELA HUJAN
***
Hal indah itu bernama cinta
Sederhana menyebutnya
Lain dari latar dan kenyataannya
Berbeda saat merasakan getarannya
            Cinta pandai membuat luka
            Namun ia juga pandai menyimpan rindu
            Dikala hasrat ingin bertemu
            Menjelma, menyiksa menjadi satu
***
“Tok...tokkk..tok...” Terdengar suara ketukan pintu dari luar. Tapi tak ada jawaban dari dalam kamar. Kekhawatiran pun datang menyerang. Tiba-tiba pintu dibuka dengan hentakan keras. Pintupun akhirnya terbuka nampaklah seorang gadis remaja terbaring lemah tak berdaya diatas kasur dengan seprei bermotif bunga mawar putih. Teriakan histerispun terlontar dari bibir seseorang yang tadinya mengetuk pintu.
“Kay....Kayla bangun sayang.” Ucapnya menepuk pipi gadis itu.
Tak ada jawaban, gadis itu nampak pucat dari raut wajahnya serta ia tak sadarkan diri. Dengan nada serak ibu Kayla berteriak memanggil suaminya. Tak lama Kayla pun dibawah ke Rumah Sakit. Mikayla Kanaya, gadis yang kerap disapa Kayla dari SMP memang ia sudah memiliki penyakit ginjal yang sudah sangat parah bahkan ia harus tersiksa dengan Cuci Darah yang dijalankannya. Namun ayah serta ibu Kayla belum menemukan pendonor ginjal yang tepat untuk anaknya. Hingga Kayla harus selalu siap menerima sakit yang tiba-tiba menyerangnya. Dirumah sakit Kayla dibawah keruang UGD untuk pemeriksaan, Dokter juga menyarankan agar Kayla segera dioperasi.
Pernyataan dokter membuat ibu kayla menangis bahkan ayah Kayla sangat bersedih. Kayla merupakan anak gadis satu-satunya yang ia miliki. Setelah diperiksa Kayla dibawah keruang pasien. Ayah dan ibu Kayla menunggu anaknya siuman. Tak membutuhkan waktu lama mata cantik itu pun perlahan-lahan terbuka.
“Sayang, kamu udah sadar?” ucap ibu Kayla mengelus lembut kepala anaknya.
“Ibu, aku kenapa disini bukannya aku sudah sehat?” ucap Kayla meyakinkan ibunya.
“Huussttt.... Iya kamu memang udah sehat.” Ucapnya memaklumi, “Kamu cuman pingsan tadi.” Tambahnya seraya meneteskan air mata.
“Yah, Kak Kevin mana?”
“Kakak kamu masih kuliah, ayah belum kasi tau dia.”
“Kayla pengen pulang Yah.” Pintanya, “Kayla juga mau kesekolah, Kay udah terlambat.” Rengeknya.
“Hari ini enggak usah kesekolah dulu, ayah juga udah izin sama guru kamu”.
“Tapi yah..”
“Udah sayang nurut yah sama ayah”. Ucapnya menggenggam tangan anaknya
“Ayah tolong jangan buat aku terlihat lemah.”
“Enggak anak ayah enggak lemah kamu anak hebat.”
“Kalau begitu Kay sekarang mau kesekolah, anterin Kay atau Kay berangkat sendiri.”
Ayah Kayla tak merespon permintaan anaknya itu, tetapi ibu Kayla menggenggam erat tangan suaminya dan memberikan anggukan. Ayah Kayla pasrah menerima permintaan itu.
“Baik ayah akan mengantarmu ke sekolah.” Ucapnya membantu anaknya turun dari kasur.
***
Kayla sudah siap dengan seragamnya, ayah Kayla mengantar sampai depan pagar sebab Kayla sendiri yang memintanya. Kayla memasuki kelasnya dengan seorang diri ia merasa sedih sebab ia tak mengikuti pelajaran pertama. Saat ia ingin duduk ditempatnya ia melihat tas hitam tengah berada dikursinya.
“Rin, tas siapa?” ucapnya menunjuk tas didepannya itu.
“Ohh itu tasnya anak baru.”
“Terus ngapain lo biarin dia nyimpen tasnya disini.”
“Bukan gue yang nyuruh.” Sanggahnya, “Tapi ibu Gita, katanya karena lo lagi berhalangan hadir jadi sementara anak baru itu duduk disini.” Jelasnya.
“Tapi sementara doang kok kalau lo udah datang dia pindah kebelakang lo.” Tambahnya.
“Yaudah sekarang kan gue juga udah datang jadi sekarang dia pindah kebelakang.” Ucapnya memindahkan tas tersebut kemudian duduk dikursinya.
Tak lama anak baru itu datang bersama dengan Angga entah dari mana mereka. Anak baru itu bingung siapa yang sudah lancang memindahkan tasnya itu kebelakang.
“Lo ngapain duduk di sini.” Ucapnya mendekat.
“Yang mestinya nanya itu gue.” Sanggahnya, “Ini tempat duduk gue, naik kelas dua SMA emang gue udah pilih nih tempat.” Tambahnya sembari berdiri.
“Rese juga ni cewe.” Ucapnya geram.
“Yang rese itu bukan gue tapi elonya, mentang-mentang anak baru.”
“Udah Ray lo duduk dibelakang aja, kan tadi ibu Gita juga udah bilang kalau Kayla udah datang lo duduk dibelakang.” Ucap Angga merangkul kawannya.
“Tuh denger sendiri kan.” Ucapnya menaikkan satu alisnya.
“Songong juga nih cewek okey lo bakal nyesel.” Batin Ray.
Rayhan yang kerap disapa Ray itu terpaksa mengalah sebab dia sadar bahwa dirinya anak baru. Setelah pelajaran kedua selesai baik Rini maupun Angga mengajak kawan sebangku mereka masing-masing untuk ke kantin, namun keduanya menolak. Sehingga Angga serta Rini kekantin tidak bersama Ray ataupun Kayla.
***
Sekarang kelas sudah sepi tinggal Kayla dan Ray yang berada diruangan tersebut. Itupun kesempatan besar yang dimanfaatkan Rayhan untuk membalas perlakuan Kayla. Rayhan menemukan ide ia mencari cicak didalam lacinya dan usahanya tidak sia-sia. Rayhan perlahan-lahan menjatuhkan cicak tersebut dikera baju Kayla agar tidak ketahuan. Kemudian ia mulai memancing Kayla sebab ia sangat penasaran dengan ekspresi wajah Kayla Nantinya.
“Hei, nama lo Kayla kan?” ucapnya sembari duduk dikursi samping Kayla.
“Kenapa? lo mau buat gara-gara sama gue.”
“Lo cantik tapi cuek dan cewek paling cuek yang pernah gue temuin baru kali ini cewek nyuwekin gue biasanya mereka muji dan antri buat dapetin perhatian gue.”
“Terus gue harus muji lo juga gitu, emangnya lo pahlawan.”
“Lo enggak liat tampang ganteng gue, mestinya lo bersyukur bisa dekat sama gue.” Ucapnya menaik turunkan kedua alisnya.
“Pengen muntah gue dengernya.”
“Yaudah muntah gih sana.” Ucapnya memalingkan wajah, “Tunggu dikera baju lo ada apaan tuh?” ucapnya menunjuk.
“Apaan?” ucap Kayla bingung, “Dimana?” Ucapnya meraba-raba bajunya.
“Tunggu lo diam dulu.” Ucapnya perlahan-lahan mendekat kewajah Kayla hingga tersisa jarak satu jengkal.
“Mau ngapain lo, jangan macam-macam.” Ancam Kayla, “Ini orang kenapa dekat banget sih bikin gue risih tau nggak, jantung gue juga kenapa jadi enggak beraturan gini sih.” Batin Kayla.
“Jangan pikir yang aneh-aneh.” Ucapnya membuyarkan lamunan Kayla.
“Gue cuman pengen ambil ini cicak dari kerah baju lo.” Ucapnya memperlihatkan cicak itu tepat diwajah Kayla.
“Aaaahhh...” Pekiknya.
Kayla yang takut refleks berdiri dan melompat-lompat sedangkan Rayhan tertawa puas Kayla yang tak hentinya melompat membuatnya hilang keseimbangan dan menyebabkan dirinya hampir saja terjatuh. Kebetulan saja Rayhan menarik pergelangan tangan Kayla dan menariknya masuk kedalam dekapannya. Kedua tatapan mereka bertemu beberapa detik hingga mereka baru menyadari ada seorang siswa yang melihat adegan mereka berdua.
“Ciee..ciee..” Ucap siswa itu meledek.
Kayla pun membenarkan posisinya begitupun dengan Rayhan dan tak lama ekspresi raut wajah Kayla kembali pucat sembari memegangi perunya.
“Kenapa lo?”
“Esttt... emm enggak kok, enggak apa-apa.” Ucapnya memegangi perutnya.
“Lo lagi datang bulan?”
Namun pertanyaan itu tidak direspon oleh Kayla sebab ia sudah tak bisa menahan sakit diperutnya hingga akhirnya ia pingsan. Untung saja Rayhan dengan cepat menolongnya saat akan terjatuh jika tidak ia akan terbentur kursi. Rayhan pun menggendongnya ke ruang UKS namun Kayla tak sadarkan diri hingga akhirnya ia dibawah ke Rumah Sakit. Rayhan dan Rini ikut mengantar Kayla ke Rumah Sakit Mereka menunggu Kayla didepan ruang UGD.
“Temen lo cemen banget gitu aja udah pingsan.” Ucap Rayhan santai, “Baru juga cicak bukan buaya ataupun kadal yang gue bawa.” Candanya.
“Apa?” ucap Rini syok, “Lo kasi dia cicak?” ucap Rini balik bertanya.
“Asal lo tau dia itu orang yang paling kuat yang gue kenal.”
“Kuat tapi pingsan.” Sindirnya.
“Lo salah dia pingsan bukan karena kecoa.” Sanggahnya, “ Tapi dia pingsan karena penyakitnya, dia sakit ginjal semenjak SMP dan butuh pendonor yang pas karena ginjalnya sudah tambah parah, itu sebabnya di jam pertama enggak masuk karena ayahnya izin kalau dia lagi di Rumah Sakit.” Jelas Rini.
“Seandainya gue yang diposisi dia gue enggak akan sekuat itu jalani Cuci Darah bahkan dia masih kuat buat kesekolah tadi.” Tambah Rini memperjelas.
“Sorry... gue enggak tau maksud gue cuman bercanda.”
“Bercanda!” Ucap Rini makin kesal, “Kalau dia sampai kenapa-napa gue enggak bakalan maafin lo dan gue juga bakalan benci lo seumur hidup.” Ucap Rini penuh penekanan.
“Bego ngapain coba gue ngomong gitu pastilah dia marah besar.” Batin Rayhan.
 Tak lama orang tua Kayla akhirnya datang begitupun dengan Kevin. Dengan sigap Kevin bertanya pada Rini dengan raut wajah yang sangat khawatir.
“Gimana adik gue?”
“Enggak tau kak dokter lama banget.”
“Ahh.. rese kenapa bukan gue aja yang sakit.” Ucapnya memukul tembok.
“Husstt kamu jangan bicara seperti itu.” Ucap ayahnya menenangkan.
Tak lama dokter akhirnya keluar wajahnya begitu lesu. Hingga membuat kedua orangtua Kayla bahkan Kevin terlihat bingung.
“Ada apa dok?” tanya ayah Kevin.
“Kondisinya sudah sangat parah jangan biarkan ia kecapean, apalagi banyak pikiran dia harus selalu tersenyum dan semangat karena sangat berbahaya untuk kondisinya jika ia syok dan tertekan.” Jelas Dokter, “Tapi saya sangat bangga dengan anak bapak ia begitu kuat seandainya dia lemah mungkin nyawanya sudah melayang.” Ucap dokter menegaskan.
“Enggak akan adik saya orangnya luar biasa saya yakin itu.”
“Iya saya tau yang terpenting suport terus dia dan doakan untuk kesembuhannya.”
“Baik dok terima kasih.” Ucap ayah Kevin.
Dokter pun meninggalkan mereka dengan wajah lesu. Keluarga bergantian menjenguk Kayla begitupun Rayhan dan Rini. Hingga tak lama keduanya kemudian berpamitan untuk pulang.
***
Tiba dirumah Rayhan langsung menuju kamarnya untuk mandi lalu mengganti pakaianya dengan baju kaos serta celana pendek selutut. Diambilnya gitarnya dan memulai menyanyikan lagu yang mewakili perasaannya sekarang. Ia membawakan lagu Ungu- Tercipta Untukku.
Menatap indahnya senyuman diwajahmu
Membuatku terdiam dan terpaku
Mengerti akan hadirnya cinta terindah
Saat kau peluk mesrah tubuhku
Banyak kata yang tak mampu kuungkapkan
Kepada dirimu....
Aku ingin engkau selalu
Hadir dan temani aku disetiap langkah
Yang meyakiniku kau tercipta untukku....
Tiba-tiba ia menghentikan permainan gitarnya. Rayhan mulai mengingat pertemuannya dengan Kayla. Sekarang perasaan Rayhan sedang berkecamuk ia sangat merasa bersalah.
“Kenapa gue buat dia kaya gitu dasar bego.” Ucapnya menaruh gitarnya.
“Mestinya gue buat dia tersenyum suport dia.” Ucapnya beranjak kekasur.
Rayhan memutuskan untuk tidur namun saat sedang memejamkan matanya ia tak bisa menyingkirkan bayangan Kayla mata indah yang sudah membuatnya terhanyut.
***
1 minggu berlalu Kayla tak pernah ke Sekolah membuat Rayhan sangat khawatir ia berpikiran mungkin terjadi sesuatu padanya. Rayhan menanyakan kabar Kayla pada Rini namun Rini juga bingung harus menjawab apa. Tak lama langkah gontai memasuki ruangan, sosok Kayla muncul dan membuat ekspresi wajah Rayhan tersenyum dan senyum itu juga dibalas oleh Kayla sangat manis. Rayhan lalu membantu Kayla menuju kursinya.
“Terima kasih.” Ucapnya sembari duduk, “Barusannya lo baik ada apa nih apa lo mau ngerjain gue lagi.” Ucap Kayla spontan membuat Rayhan terdiam.
“Segitu kejamnya yah gue.”
“Enggak kok cuman bercanda.”
“Lo mau nggak ikut sama gue disuatu tempat.” Bujuknya, “Gue yakin lo bakalan seneng.” Ucapnya penuh harap sembari berjongkok didepan Kayla.
“Kemana bentar lagi bel masuk?”
“Udah, kali ini guru enggak ada yang ngajar katanya ada rapat dadakan.”
“Lo anak baru jangan sok tau deh.”
“Terserah yang pasti lo ikut gue sekarang.” Ucap Rayhan menarik pergelangan tangan Kayla. Kayla tak mengubris ia juga tak berniat melawan sebab ia merasa sangat lemas.
“Lo mau bawa dia kemana?” Ucap Rini bingung.
“Udah gue pinjem teman lo bentar.”
“Gue harap Rayhan bisa buat Kayla semangat dan enggak putus asa.” Batin Rini.
***
Kayla tak melihat apa pun matanya tertutup sapu tangan. Kayla pasrah dan percaya sepenuhnya pada Rayhan. Entah apa yang sekarang dirasakan Kayla ia begitu nyaman berada didekat Rayhan.
“Kita sudah sampai.”
“Iya tapi dimana?” Ucap Kayla tak sabar, “Lo bawa gue kemana sih sebenarnya?”
“Udah lo nurut sekarang gue bakalan buka tutup mata lo”.
Perlahan-lahan mata Kayla terbuka ia mulai melihat apa yang ada disekitarnya. Danau yang begitu indah serta ayunan yang tergantung disebuah pohon besar.
“Wauu... Cantik banget.”
“Iya cantik aku enggak tau aku begitu terhanyut pada sebuah tatapan indah.” Ucap Rayhan melirik.
“Maksudnya?”
“Lupakan mungkin lo salah dengar.” Ucapnya lalu menarik pergelangan tangan Kayla.
“Sekarang lo duduk disini gue ambil sesuatu dulu.” Ucapnya membantu Kayla duduk di ayunan. Kemudian tak lama ia kembali dengan sebuah gitar. Rayhan mulai menyanyikan lagu dari CJR-Jika Bisa Memilih.
Yang ku punya apakah selamanya
Biar-biar waktu yang menjawabnya
*Jika... bisa... aku untuk memilih
Kuingin apa yang ada begini tuk selamanya
Disetiap cerita pasti ada akhirnya
Disetiap suka ada duka
Apapun yang kan terjadi
Ingat kita pernah berada disini
Jangan pernah lupakan kita
Semua suka duka cerita bersama
Simpanlah dihati....
Back to *
Air mata Kayla tak terbendung lagi entah mengapa laki-laki didepanya itu terlihat seperti Malaikat yang dikirim Tuhan mengisi kekosongan yang tengah ia rasakan sekarang. Rayhan yang melihat air yang begitu jernih mengalir dipipi gadis yang sudah mengisi hatinya itu. Membuat Rayhan menghentikan permainan gitarnya dan didekatinya Kayla lalu ia usap air mata itu dengan jemarinya.
“Kenapa lo nangis suara gue jelek yah?” sembari mengusap air mata Kayla.
“Haaahaaha..... Enggak suara lo bagus banget.” Ucap Kayla sedikit tertawa.
“Terus kenapa nangis?”
“Enggak terharu aja lo romantis juga.”
“Kay gue punya sesuatu buat lo.” Ucapnya menggenggam tangan Kayla.
“Apa?”
“Lo mau nggak jadi pacar gue, kalau lo mau lo pake gelang ini tapi kalau nggak lo buang aja nggak apa-apa.” Ucap Rayhan berlutut.
“Maaf Ray gue nggak bisa gue itu penyakitan.” Ucapnya Berdiri lalu beranjak untuk pergi, namun seketika tangan Rayhan menggenggam erat tangannya.
“Gue suka sama lo Mikayla Kanaya gue enggak tau kapan rasa ini ada yang gue tau rasa ini indah.” Teriaknya.
“Gue tau lo lagi sakit tapi gue lebih sakit kalo lo nolak gue.” Bujuknya.
“Tapi gue nggak bisa.” Kayla melepas tangan Rayhan dengan paksa dia berlari dan meninggalkan Rayhan, “Gue nggak mau lo suka sama gue karena kasihan.” Batin Kayla.
Rayhan mengejar Kayla ia takut terjadi hal yang tak diinginkan. Seketika hujan turun Kayla berlari begitu cepat hingga ia tergelincir dan terjatuh diaspal. Kakinya tak bisa digerakkan hingga Rayhan datang mengulurkan tangannya. Kayla tak bisa menolak ia meraih tangan itu. Ditariknya Kayla untuk berdiri dan seketika dari arah yang tak jauh dari mereka motor melaju dengan kecepatan tinggi. Rayhan yang sadar akan hal itu mendorong Kayla dan membuat Rayhan terserempet motor. Pengendara itu kabur Kayla histeris.
“Rayhannn...” Teriak Kayla mendekat.
“Lo jangan takut gue enggak apa-apa.” Nada rehan pelan ditambah derasnya hujan.
“Ray gue sebenarnya juga suka sama lo gue mau jadi pacar lo tapi lo bangun.” Ucapnya sembari air matanya mengalir. Rayhan tak menjawab ia hanya memberi senyuman.
“Lo lihat gue bakalan pake gelang ini.” Ucap Kayla mengenakan gelang itu. Namun Rayhan sudah tak sadarkan diri.
***
Sesampainya dirumah sakit Rayhan langsung dibawah keruang operasi karena benturan keras dikepalanya. Begitupun dengan Kayla ia sudah tak sadarkan diri dan dirinya juga sudah diruang operasi. Dokter mengatakan bahwa ia telah menemukan pendonor yang tepat untuknya. Operasi akhirnya berjalan lancar suatu kabar baik sekaligus kabar buruk yang harus Kayla dengar. Saat Kayla sadar dia terus mencari Rayhan menanyakan apa orang yang tengah ia harapkan itu baik-baik saja.
“Ayah... Kay kenapa disini?” ucapnya ingin bangun, “Bukannya Kay tadi anterin Rayhan ke Rumah Sakit.” Ucapnya menarik tangan ayahnya.
“Iya, Rayhan juga lagi dioperasi sayang, dan ada kabar baik yang mesti kamu dengar.”
“Apa?”
“Kamu juga sudah dioperasi, kita sudah temukan pendonor yang tepat, sekarang kamu sudah benar-benar sahat.” Ucap ayah Kayla tersenyum dan ibu Kayla memeluk putrinya dengan begitu erat sedangkan Kevin mengusap-usap kepala adiknya.
Tiba-tiba Rini masuk keruangan perawatan Kayla dengan muka yang bingung seperti ada yang ingin ia sampaikan. Ayah serta ibu juga Kevin mengerti akan hal itu membiarkan Rini dan Kayla berdua.
“Kenapa Rin?” Ucapnya lalu duduk yang tadinya ia baring dikasur.
“Ada surat dari Rayhan buat lo.” Rini kemudian memberikan surat itu.
Kayla yang penasaran menerima surat tersebut dari tangan Rini. Kayla kemudian membaca isi surat yang tengah ia pegang.
Kayla, nama indah yang selalu ada dipikiranku aku tak mengerti kapan rasa ini datang menghampiri. Yang pasti, kala senja telah hilang aku juga akan membuktikan bahwa cintaku tulus, luas bahkan tak berbatas. Aku selalu menyimpanmu dihati walau aku harus isin kepadamu untuk pergi sebab aku tau kamu pasti tak mengisinkanku pergi atau hanya aku yang kepedean. Haaahaa....
Jangan menangis membaca surat ku sekarang kamu tersenyumlah sebab mengapa aku tau kamu sudah mendapat pendonor yang tepat. Meski sekarang aku tak disampingmu kamu harus tetap menjalani hidup sebagai mana mestinya. Kamu ingat kita bertemu tak saling mengenal maka jika aku pergi tak sulit kan buat kamu untuk lupa. Aku pergi Ratu Cengeng yang mesti kamu tau aku tak pernah mencari mu maka jangan pula mencariku sebab cinta akan mempertemukan kita.
                                                                                         Rayhan, untuk Kayla
                                                                             Always, I love you....... Kekasihku.
“Rayhannnn... Jangan pergi!” Teriaknya.
“Itu surat terakhir Rayhan dia udah meninggal dia bilang sama gue lo jangan kepemakamannya atau dia akan teramat sedih.”
“Apa jangan-jangan yang mendonorkan ginjalnya, Rayhan?”
“Bukan, Ginjal yang ditubuh lo itu ginjal cewek, gue yang kasi tau Rayhan sebelum operasi kalau lo udah dapat pendonor.” Jelas Rini, “Maaf Kay ada Rahasia yang nggak mesti lo tau dan gue yakin cinta lo bakalan kembali.” Batin Rini kemudian ia memeluk Kayla untuk menenangkan.
***
-2 Tahun kemudian-
Kayla sudah lulus SMA dan Kuliah di Universitas yang selama ini dia impikan. Hari yang melelahkan untuk Kayla ia duduk ditaman belakang kampusnya tiba-tiba saja hujan turun dengan derasnya. Kayla mulai bernostalgia mengingat hujan yang mengantar kekasihnya pergi meninggalkannya. Ia tak berniat berteduh sebab ia sudah terlalu lama menunggu disela hujan ia selalu berharap Rayhan kembali walau itu tak mungkin.
“Hujan.... kamu begitu pintar mengundang ingatan yang susah terkubur walau yang selalu ada di ingatan ia terlebih dulu terkubur.” Ucapnya merentangkan tangannya.
Tak lama lelaki bertubuh tinggi namun ia menggunakan penutup wajah berupa masker perlahan-lahan mendekati Kayla. Lelaki itu menghentikan ingatan Kayla seketika tentang Rayhan.
“Ngapain main hujan-hujan, nanti kamu sakit.” Bisiknya ditelinga Kayla.
“Kamu siapa?” ucap Kayla berbalik badan.
“Kamu tunggu sebentar ada yang ingin aku ambilkan.” Ucap lelaki itu pergi dan kembali dengan sebuah gitar. Kayla kemudian teringat dimana Rayhan melakukan hal yang sama.
Lelaki itu kemudian menyanyikan lagu The Overtunes- Sayap pelindung. Alunan lagu dan gitar yang seirama membuat Kayla tak berhenti takjub. Kayla merasa mengenal suara itu. Selesai membawakan alunan lagu tersebut. Lelaki itu kemudian melepas masker yang tadinya menutup wajahnya dan penantian itu sirna.
“Rayhan?” Ucapnya langsung berlari memeluk Rayhan.
“Iya aku Rayhanendra orang yang pernah ditolak cintanya.”
“Aku enggak mimpikan, bukannya kamu udah meninggal.” Ucapnya melepas pelukan.
“Aku nggak pernah mengatakan aku meninggal, aku cuman bilang aku pergi.” Jelasnya.
“Sebenarnya yang mendonorkan ginjalnya itu aku dan kemudian orang tua ku membawaku ke Singapure untuk pengobatan, aku enggak mau kamu marah jadi aku terpaksa buat surat dan bilang sama Rini kalau aku meninggal, supaya kamu enggak tersiksa untuk menunggu. dan aku juga takut kalau pada akhirnya aku memang benar meninggal itu tak akan menyakitkanmu lagi.” Jelasnya kemudian menaruh gitarnya dan berlutut didepan Kayla.
“Mikayla Kanaya dibawah langit yang sama aku mengatakan mau kah kamu menjadi milikku?” Ucap Rayhan sembari menggenggam kedua tangan Kayla.
“Enggak aku benci sama kamu.” Ucap Kayla melepas genggaman Rayhan.
“Tapi kenapa kamu masih menggunakan gelang itu? sudahlah kalau begitu aku pergi.” Ucapnya berdiri.
“Yaudah balik gih sana.” Ucapnya masih dengan kekesalan.
Rayhan tak menjawab ia membalikkan badan dan ingin melangkah pergi, namun seketika Kayla berlari dan memeluknya dari belakang.
“Jangan pergi lagi aku enggak mau tersiksa kembali.” Ucapnya meneteskan air mata.
“Aku tau kamu tak akan membiarkanku untuk pergi.” Ucapnya melepas pelukan Kayla.
“Sekarang kamu jawab mau atau nggak?” Ucapnya saat mereka sudah berhadapan.
“Aku mau Rayhanendra, mau menjadi milikmu, sebab cintaku lebih kuat dari Rindu.”
*Selesai*

Biodata:
Mila Amalya Munir yang kerap disapa Mila lahir didesa yang terletak di Kab. Soppeng, Sulawesi selatan yakni Lewa-lewa 02 Agustus 1998. Ia lahir dari rahim seorang Ibu yang cantik bernama Jamila serta memiliki seorang Ayah yang hebat bernama Munir, Mila merupakan Anak pertama dari 3 bersaudara yakni Nirwana dan Rahmat Yusri. Ia merupakan gadis penyuka Hujan serta warna Biru dan Hijau. Mila tengah menempu pendidikan-nya sekarang di Universitas Muhammadiyah Makassar dengan mengambil jurusan Pend. Bahasa dan Sastra Indonesia. Hobby-nya gemar membaca baik Cerpen maupun Novel ia juga suka dengan Puisi. Cerpen ini dibuat 16 Desember 2017 Terima Kasih.