Selasa, 09 Juni 2026

Karya Puisi Kelas 8B_SMP Muhammadiyah Lajoa_Puisi yang terpilih

         Selamat datang di blog kumpulan karya puisi siswa kelas VIII B. Halaman ini berisi berbagai puisi hasil tugas menulis yang telah dibuat dengan penuh kreativitas dan imajinasi. Melalui rangkaian kata yang indah, para siswa menuangkan perasaan, pengalaman, harapan, serta pandangan mereka tentang kehidupan. Semoga setiap puisi yang tersaji dapat menjadi inspirasi dan memberikan pengalaman membaca yang menyenangkan bagi para pengunjung blog.

        Puisi adalah cara sederhana untuk menyampaikan perasaan dan gagasan melalui kata-kata yang bermakna. Dalam blog ini, kami menghadirkan kumpulan karya puisi siswa kelas VIII B yang dibuat sebagai bagian dari tugas pembelajaran dan terpilihlah 5 karya puisi yang terbaik diantara berbagai puisi dari siswa dan siswi kelas VIII B yang juga tidak kalah bagusnya. Setiap puisi memiliki keunikan tersendiri dan mencerminkan kreativitas penulisnya. Selamat membaca dan menikmati karya-karya terbaik dari para siswa-siswi yang puisinya terpilih.


PERAHU KERTAS

Karya : Alfira Khorunnisa

 

Di tepi sungai yang damai dan sunyi,

Angin datang menyentuh wajahku dengan pelan,

Ku rakit harapan pada lembaran putih,

Mengukir mimpi pada lipatan yang sederhana.

 

Kau adalah utusan istimewa dari lubuk hati kecilku,

Membawa harapan yang berat namun kau pikul dengan ringan,

Bergerak pelan mengikuti arus yang membawamu pergi,

Melewati ribuan ilalang seperti tawa seorang anak.

 

Kau mengajarkan arti sebuah perjalanan,

Bahwa rapuh bukan berarti tak berdaya,

Meski tubuhmu ringan dan rapuh,

Kau berani menghadapi luasnya dunia.

 

Perahu kertas, engkau adalah saksi nyata perjalanan waktu,

Menjadi penghubung antara doa dan harapan,

Saat kau perlahan hilang dan larut dengan air,

Harapan ini masih tetap ada di dalam hatiku.

 

 

MERINDUMU LAGI

Karya : Fidela Indriani

 

Melihatmu membuatku rindu padanya

Entah apa yang membuatku rindu

Rindu ini sangat dalam

Inginku bertemu denganmu

Namun keberadaanmu sangatlah jauh

Dan biarkanlah angin sampaikan rinduku

Untukmu yang jauh disana

Merindukanmu cukup menyedihkan bagiku

Untuk saat ini rinduku padamu tak lagi bisa ditepis

 

Larik-larik doa selalu kupanjatkan dalam sunyi

Ada kehampaan yang tak mampu ku obati

Gunda hati ini memikirkannya

Inilah rasanya merindukan seseorang

 

 

bersenja gurau

Karya : Nur Afikha Hidayat

 

Bersamamu menikmati senja

Engkau ceritakan semua hal yang terjadi dihidupmu

Runtuh sudah air matamu

Senja menjadi saksi bisu

Engkau merintih dipelukanku

Namun selalu ada pelangi setelah mendung

Jejak langkahmu menoreh senja

Aku akan selalu disampingmu jadi pelukan ternyamanmu

 

Gembiralah, esok kan datang yang lebih indah

Untuk semua yang terjadi itu adalah takdir

Redam sedihmu, biar senja yang menemaninya pergi

Akhirnya nanti, luka itu akan jadi cerita yang menguatkanmu

Untuk semua yang kamu lalui kamu hebat

 

 

lentera dibalik kaca

Karya : Nirwanah. Nas

 

Dibalik layar yang berpijar sunyi,

Kita melangkah tanpa alas kaki,

Menyusuri labirin Algoritma yang tak bertepi,

Meninggalkan jejak-jejak yang abadi

 

Hari ini mengejar esok yang berlari,

Mengetik rindu, menghapus sepi,

Ada ribuan kata yang lahir lalu mati,

Dalam kotak kaca bernama memori.

 

Kita adalah pengelana waktu yang fana,

Mencari arti diantara angka dan warna,

Namun ingatlah, wahai jiwa yang terjaga,

Cahaya sejati tak pernah datang dari benda.

 

Ia ada pada debar dada yang nyata,

Pada tawa yang menyentuh semesta,

Dan pada doa-doa yang meletup gulita,

Di luar sekat-sekat maya yang fana.

 

 

kamu

Karya : Muh. Khaerul Azzam

 

Aku duduk sendiri di kedai kopi

Kipas angin menemaniku layaknya sahabat

Ku minum kopi pesananku

Panas kopi kurasakan dilidah

 

Saat itulah kamu datang ke kedai

Jalanmu sangat anggun bagaikan seorang putri

Wajahmu secantik 1001 berlian di bumi

Kamu bagaikan malaikat tak bersayap

 

Kuterpana…….

Mataku memperhatikan dengan seksama

Ibarat elang yang memburu mangsanya

Jantung berdebar tak berarti takut

 

Hai kamu……...

Kau diantara manusia-manusia tak kuketahui namanya

Kau pun tak mengenalku

Harapku bisa melihatmu dilain hari


Berikut dokumentasi dari karya puisi yang terpilih tersebut:







Karya Puisi Kelas 8A_SMP Muhammadiyah Lajoa_Puisi yang terpilih

        Selamat datang di blog kumpulan karya puisi siswa kelas VIII A. Halaman ini berisi berbagai puisi hasil tugas menulis yang telah dibuat dengan penuh kreativitas dan imajinasi. Melalui rangkaian kata yang indah, para siswa menuangkan perasaan, pengalaman, harapan, serta pandangan mereka tentang kehidupan. Semoga setiap puisi yang tersaji dapat menjadi inspirasi dan memberikan pengalaman membaca yang menyenangkan bagi para pengunjung blog.

        Puisi adalah cara sederhana untuk menyampaikan perasaan dan gagasan melalui kata-kata yang bermakna. Dalam blog ini, kami menghadirkan kumpulan karya puisi siswa kelas VIII A yang dibuat sebagai bagian dari tugas pembelajaran dan terpilihlah 5 karya puisi yang terbaik diantara berbagai puisi dari siswa dan siswi kelas VIII A yang juga tidak kalah bagusnya. Setiap puisi memiliki keunikan tersendiri dan mencerminkan kreativitas penulisnya. Selamat membaca dan menikmati karya-karya terbaik dari para siswa-siswi yang puisinya terpilih.


Melukis Senja

Karya : Nurul Khaerani 

 

Ku goreskan warna jingga di atas kanvas samar

Melukis buram cerita yang sempat terlewat

Senja ini aku melukis tanpa beban,

Melepas yang pergi dan menerima kenyataan

 

Langit sore adalah saksi terindah

Tempat lelah waktu mengadu resah

Satu persatu warna berpadu, menjadi rindu yang tak lagi menyiksa

 

Diufuk barat lukisan pun selesai,

Perpaduan merah muda dan ungu yang syahdu

 Tuhan dalam senja ini aku berserah

Menemukan hening di dalam kalbu

 

Cerita yang pernah ku ukir,

Akan menjadi kenangan tak terlupakan.

Meski perjalanan ini masih panjang

Aku akan selalu hadir dalam cerita hidupku

 

 

JALAN MENUJU RIDHA-MU

Karya : Reni Ramadani 

 

Dulu langkahku kadang jauh melenceng

Hati ini lupa akan jalanmu

Banyak khilaf, banyak lupa yang berlalu

Hingga terasa jarak, walau dekat

 

Kini perlahan aku sadar ya Rabb

Aku hamba yang lemah, penuh kekurangan

Ingin ku rapikan kembali hati dan sikap

Agar layak berdiri, layak memohon di kehadirat mu

Kurangi apa yang tiada manfaatnya

Perbanyak hal yang mendekatkan rasa

Jaga tutur kata, pelihara hati yang dalam

Jalani ibadah dengan penuh ketenangan

 

Meski pelan jalannya, meski kadang tergelincir

Ku terus berusaha, takkan lelah berikhtiar

Terimalah langkah kecil dan doaku ini

Jadikan aku hamba yang engkau ridhai

 

Kelak saat aku Kembali pulang

Menghadap kehadirat-mu yang kekal

Hati tentram jiwa penuh kedamaian

Sebab ku sudah berupaya jadi hamba yang lebih baik

 

 

bangku kelas

Karya : Aryanti 

 

Baris-baris kayu tertata rapi

Aura ilmu menyapa di pagi hari

Nyanyian kapur dipapan tulis

Gurauan teman tak pernah habis

Kisah-kisah masa remaja terukir

Untaian mimpi mulai mengalir

 

Kenangan manis disudut ruangan

Engkau saksi bisu setiap perjuangan

Lelah pun hilang berganti harapan

Akan masa depan yang penuh impian

Selamanya tersimpan dalam ingatan

 


GARIS LARA SANG FANA

Karya : Imma Aqilah Saruna

 

Wahai tuhan, apakah hidupku hanyalah karsamu?

Sebuah permainan yang membuat hatiku perih membiru

Mengapa garis-ku penuh lara dan kelam

Terlahir tanpa pinta, mengapa takdir ini yang ku terima?

 

Aku tersesat di dunia fana yang penuh sandiwara

Mencari alasan mengapa hidup tak kunjung bercahaya

Dalam pusaran semesta, jiwa bertanya penuh lara

Kapan perih ini usai dan berganti anugrah mulia?

 

 

RATU KABAR DI POJOK KELAS

Karya : Muh. Ridwan

 

Di sudut belakang, meja keramat

Berkumpulnya ahlinya siasat

Buku pelajaran belum terbuka

Gosip pun sudah disebar

 

Psst… kau dengar kabar si A?

Eh… tahu tidak si B kenapa?

Mata tajam menatap

Tapi telinga terpasang kemana-mana

 

Mulut tidak tau istirahat

Berita simpang siur pun jadi santapan

Lebih cepat dari notifikasi pertemanan

 

Guru menerangkan, kau pun sibuk bercerita

Kelas hening, kaulah yang paling bising

Satu cerita kelar, gosip baru berdering

 

Tugas terbengkalai

Kabar buruk pun datang

Wahai sang pembawa berita

Nilai merah bisa jadi kenyataan


Berikut dokumentasi hasil karya puisi yang terpilih tersebut: