Selamat datang di blog kumpulan karya puisi siswa kelas VIII B. Halaman ini berisi berbagai puisi hasil tugas menulis yang telah dibuat dengan penuh kreativitas dan imajinasi. Melalui rangkaian kata yang indah, para siswa menuangkan perasaan, pengalaman, harapan, serta pandangan mereka tentang kehidupan. Semoga setiap puisi yang tersaji dapat menjadi inspirasi dan memberikan pengalaman membaca yang menyenangkan bagi para pengunjung blog.
Puisi adalah cara sederhana untuk menyampaikan perasaan dan gagasan melalui kata-kata yang bermakna. Dalam blog ini, kami menghadirkan kumpulan karya puisi siswa kelas VIII B yang dibuat sebagai bagian dari tugas pembelajaran dan terpilihlah 5 karya puisi yang terbaik diantara berbagai puisi dari siswa dan siswi kelas VIII B yang juga tidak kalah bagusnya. Setiap puisi memiliki keunikan tersendiri dan mencerminkan kreativitas penulisnya. Selamat membaca dan menikmati karya-karya terbaik dari para siswa-siswi yang puisinya terpilih.
PERAHU KERTAS
Karya : Alfira
Khorunnisa
Di tepi sungai yang damai dan sunyi,
Angin datang menyentuh wajahku dengan pelan,
Ku rakit harapan pada lembaran putih,
Mengukir mimpi pada lipatan yang sederhana.
Kau adalah utusan istimewa dari lubuk hati kecilku,
Membawa harapan yang berat namun kau pikul dengan
ringan,
Bergerak pelan mengikuti arus yang membawamu pergi,
Melewati ribuan ilalang seperti tawa seorang anak.
Kau mengajarkan arti sebuah perjalanan,
Bahwa rapuh bukan berarti tak berdaya,
Meski tubuhmu ringan dan rapuh,
Kau berani menghadapi luasnya dunia.
Perahu kertas, engkau adalah saksi nyata perjalanan
waktu,
Menjadi penghubung antara doa dan harapan,
Saat kau perlahan hilang dan larut dengan air,
Harapan ini masih tetap ada di dalam hatiku.
MERINDUMU LAGI
Karya : Fidela
Indriani
Melihatmu membuatku rindu padanya
Entah apa yang membuatku rindu
Rindu ini sangat dalam
Inginku bertemu denganmu
Namun keberadaanmu sangatlah jauh
Dan biarkanlah angin sampaikan rinduku
Untukmu yang jauh disana
Merindukanmu cukup menyedihkan bagiku
Untuk saat ini rinduku padamu tak lagi bisa ditepis
Larik-larik doa selalu kupanjatkan dalam sunyi
Ada kehampaan yang tak mampu ku obati
Gunda hati ini memikirkannya
Inilah rasanya merindukan seseorang
bersenja gurau
Karya : Nur Afikha
Hidayat
Bersamamu menikmati senja
Engkau ceritakan semua hal yang terjadi dihidupmu
Runtuh sudah air matamu
Senja menjadi saksi bisu
Engkau merintih dipelukanku
Namun selalu ada pelangi setelah mendung
Jejak langkahmu menoreh senja
Aku akan selalu disampingmu jadi pelukan ternyamanmu
Gembiralah, esok kan datang yang lebih indah
Untuk semua yang terjadi itu adalah takdir
Redam sedihmu, biar senja yang menemaninya pergi
Akhirnya nanti, luka itu akan jadi cerita yang
menguatkanmu
Untuk semua yang kamu lalui kamu hebat
lentera dibalik kaca
Karya : Nirwanah.
Nas
Dibalik layar yang berpijar sunyi,
Kita melangkah tanpa alas kaki,
Menyusuri labirin Algoritma yang tak bertepi,
Meninggalkan jejak-jejak yang abadi
Hari ini mengejar esok yang berlari,
Mengetik rindu, menghapus sepi,
Ada ribuan kata yang lahir lalu mati,
Dalam kotak kaca bernama memori.
Kita adalah pengelana waktu yang fana,
Mencari arti diantara angka dan warna,
Namun ingatlah, wahai jiwa yang terjaga,
Cahaya sejati tak pernah datang dari benda.
Ia ada pada debar dada yang nyata,
Pada tawa yang menyentuh semesta,
Dan pada doa-doa yang meletup gulita,
Di luar sekat-sekat maya yang fana.
kamu
Karya : Muh.
Khaerul Azzam
Aku duduk sendiri di kedai kopi
Kipas angin menemaniku layaknya sahabat
Ku minum kopi pesananku
Panas kopi kurasakan dilidah
Saat itulah kamu datang ke kedai
Jalanmu sangat anggun bagaikan seorang putri
Wajahmu secantik 1001 berlian di bumi
Kamu bagaikan malaikat tak bersayap
Kuterpana…….
Mataku memperhatikan dengan seksama
Ibarat elang yang memburu mangsanya
Jantung berdebar tak berarti takut
Hai kamu……...
Kau diantara manusia-manusia tak kuketahui namanya
Kau pun tak mengenalku
Harapku bisa melihatmu dilain hari
Berikut dokumentasi dari karya puisi yang terpilih tersebut:


.jpeg)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar