Selamat datang di blog kumpulan karya puisi siswa kelas VIII A. Halaman ini berisi berbagai puisi hasil tugas menulis yang telah dibuat dengan penuh kreativitas dan imajinasi. Melalui rangkaian kata yang indah, para siswa menuangkan perasaan, pengalaman, harapan, serta pandangan mereka tentang kehidupan. Semoga setiap puisi yang tersaji dapat menjadi inspirasi dan memberikan pengalaman membaca yang menyenangkan bagi para pengunjung blog.
Puisi adalah cara sederhana untuk menyampaikan perasaan dan gagasan melalui kata-kata yang bermakna. Dalam blog ini, kami menghadirkan kumpulan karya puisi siswa kelas VIII A yang dibuat sebagai bagian dari tugas pembelajaran dan terpilihlah 5 karya puisi yang terbaik diantara berbagai puisi dari siswa dan siswi kelas VIII A yang juga tidak kalah bagusnya. Setiap puisi memiliki keunikan tersendiri dan mencerminkan kreativitas penulisnya. Selamat membaca dan menikmati karya-karya terbaik dari para siswa-siswi yang puisinya terpilih.
Melukis Senja
Karya : Nurul
Khaerani
Ku goreskan warna jingga di atas kanvas samar
Melukis buram cerita yang sempat terlewat
Senja ini aku melukis tanpa beban,
Melepas yang pergi dan menerima kenyataan
Langit sore adalah saksi terindah
Tempat lelah waktu mengadu resah
Satu persatu warna berpadu, menjadi rindu yang tak
lagi menyiksa
Diufuk barat lukisan pun selesai,
Perpaduan merah muda dan ungu yang syahdu
Tuhan dalam
senja ini aku berserah
Menemukan hening di dalam kalbu
Cerita yang pernah ku ukir,
Akan menjadi kenangan tak terlupakan.
Meski perjalanan ini masih panjang
Aku akan selalu hadir dalam cerita hidupku
JALAN MENUJU RIDHA-MU
Karya : Reni
Ramadani
Dulu langkahku kadang jauh melenceng
Hati ini lupa akan jalanmu
Banyak khilaf, banyak lupa yang berlalu
Hingga terasa jarak, walau dekat
Kini perlahan aku sadar ya Rabb
Aku hamba yang lemah, penuh kekurangan
Ingin ku rapikan kembali hati dan sikap
Agar layak berdiri, layak memohon di kehadirat mu
Kurangi apa yang tiada manfaatnya
Perbanyak hal yang mendekatkan rasa
Jaga tutur kata, pelihara hati yang dalam
Jalani ibadah dengan penuh ketenangan
Meski pelan jalannya, meski kadang tergelincir
Ku terus berusaha, takkan lelah berikhtiar
Terimalah langkah kecil dan doaku ini
Jadikan aku hamba yang engkau ridhai
Kelak saat aku Kembali pulang
Menghadap kehadirat-mu yang kekal
Hati tentram jiwa penuh kedamaian
Sebab ku sudah berupaya jadi hamba yang lebih baik
bangku kelas
Karya :
Aryanti
Baris-baris
kayu tertata rapi
Aura
ilmu menyapa di pagi hari
Nyanyian
kapur dipapan tulis
Gurauan
teman tak pernah habis
Kisah-kisah
masa remaja terukir
Untaian
mimpi mulai mengalir
Kenangan
manis disudut ruangan
Engkau
saksi bisu setiap perjuangan
Lelah
pun hilang berganti harapan
Akan
masa depan yang penuh impian
Selamanya
tersimpan dalam ingatan
GARIS LARA SANG FANA
Karya : Imma
Aqilah Saruna
Wahai tuhan,
apakah hidupku hanyalah karsamu?
Sebuah permainan
yang membuat hatiku perih membiru
Mengapa garis-ku
penuh lara dan kelam
Terlahir tanpa
pinta, mengapa takdir ini yang ku terima?
Aku tersesat di
dunia fana yang penuh sandiwara
Mencari alasan
mengapa hidup tak kunjung bercahaya
Dalam pusaran
semesta, jiwa bertanya penuh lara
Kapan perih ini
usai dan berganti anugrah mulia?
RATU KABAR DI POJOK KELAS
Karya : Muh.
Ridwan
Di sudut belakang,
meja keramat
Berkumpulnya
ahlinya siasat
Buku pelajaran
belum terbuka
Gosip pun sudah
disebar
Psst… kau dengar
kabar si A?
Eh… tahu tidak si
B kenapa?
Mata tajam menatap
Tapi telinga
terpasang kemana-mana
Mulut tidak tau
istirahat
Berita simpang
siur pun jadi santapan
Lebih cepat dari
notifikasi pertemanan
Guru menerangkan,
kau pun sibuk bercerita
Kelas hening,
kaulah yang paling bising
Satu cerita kelar,
gosip baru berdering
Tugas terbengkalai
Kabar buruk pun
datang
Wahai sang pembawa
berita
Nilai merah bisa
jadi kenyataan
Berikut dokumentasi hasil karya puisi yang terpilih tersebut:
.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar