Selasa, 09 Juni 2026

Karya Puisi Kelas 8A_SMP Muhammadiyah Lajoa_Puisi yang terpilih

        Selamat datang di blog kumpulan karya puisi siswa kelas VIII A. Halaman ini berisi berbagai puisi hasil tugas menulis yang telah dibuat dengan penuh kreativitas dan imajinasi. Melalui rangkaian kata yang indah, para siswa menuangkan perasaan, pengalaman, harapan, serta pandangan mereka tentang kehidupan. Semoga setiap puisi yang tersaji dapat menjadi inspirasi dan memberikan pengalaman membaca yang menyenangkan bagi para pengunjung blog.

        Puisi adalah cara sederhana untuk menyampaikan perasaan dan gagasan melalui kata-kata yang bermakna. Dalam blog ini, kami menghadirkan kumpulan karya puisi siswa kelas VIII A yang dibuat sebagai bagian dari tugas pembelajaran dan terpilihlah 5 karya puisi yang terbaik diantara berbagai puisi dari siswa dan siswi kelas VIII A yang juga tidak kalah bagusnya. Setiap puisi memiliki keunikan tersendiri dan mencerminkan kreativitas penulisnya. Selamat membaca dan menikmati karya-karya terbaik dari para siswa-siswi yang puisinya terpilih.


Melukis Senja

Karya : Nurul Khaerani 

 

Ku goreskan warna jingga di atas kanvas samar

Melukis buram cerita yang sempat terlewat

Senja ini aku melukis tanpa beban,

Melepas yang pergi dan menerima kenyataan

 

Langit sore adalah saksi terindah

Tempat lelah waktu mengadu resah

Satu persatu warna berpadu, menjadi rindu yang tak lagi menyiksa

 

Diufuk barat lukisan pun selesai,

Perpaduan merah muda dan ungu yang syahdu

 Tuhan dalam senja ini aku berserah

Menemukan hening di dalam kalbu

 

Cerita yang pernah ku ukir,

Akan menjadi kenangan tak terlupakan.

Meski perjalanan ini masih panjang

Aku akan selalu hadir dalam cerita hidupku

 

 

JALAN MENUJU RIDHA-MU

Karya : Reni Ramadani 

 

Dulu langkahku kadang jauh melenceng

Hati ini lupa akan jalanmu

Banyak khilaf, banyak lupa yang berlalu

Hingga terasa jarak, walau dekat

 

Kini perlahan aku sadar ya Rabb

Aku hamba yang lemah, penuh kekurangan

Ingin ku rapikan kembali hati dan sikap

Agar layak berdiri, layak memohon di kehadirat mu

Kurangi apa yang tiada manfaatnya

Perbanyak hal yang mendekatkan rasa

Jaga tutur kata, pelihara hati yang dalam

Jalani ibadah dengan penuh ketenangan

 

Meski pelan jalannya, meski kadang tergelincir

Ku terus berusaha, takkan lelah berikhtiar

Terimalah langkah kecil dan doaku ini

Jadikan aku hamba yang engkau ridhai

 

Kelak saat aku Kembali pulang

Menghadap kehadirat-mu yang kekal

Hati tentram jiwa penuh kedamaian

Sebab ku sudah berupaya jadi hamba yang lebih baik

 

 

bangku kelas

Karya : Aryanti 

 

Baris-baris kayu tertata rapi

Aura ilmu menyapa di pagi hari

Nyanyian kapur dipapan tulis

Gurauan teman tak pernah habis

Kisah-kisah masa remaja terukir

Untaian mimpi mulai mengalir

 

Kenangan manis disudut ruangan

Engkau saksi bisu setiap perjuangan

Lelah pun hilang berganti harapan

Akan masa depan yang penuh impian

Selamanya tersimpan dalam ingatan

 


GARIS LARA SANG FANA

Karya : Imma Aqilah Saruna

 

Wahai tuhan, apakah hidupku hanyalah karsamu?

Sebuah permainan yang membuat hatiku perih membiru

Mengapa garis-ku penuh lara dan kelam

Terlahir tanpa pinta, mengapa takdir ini yang ku terima?

 

Aku tersesat di dunia fana yang penuh sandiwara

Mencari alasan mengapa hidup tak kunjung bercahaya

Dalam pusaran semesta, jiwa bertanya penuh lara

Kapan perih ini usai dan berganti anugrah mulia?

 

 

RATU KABAR DI POJOK KELAS

Karya : Muh. Ridwan

 

Di sudut belakang, meja keramat

Berkumpulnya ahlinya siasat

Buku pelajaran belum terbuka

Gosip pun sudah disebar

 

Psst… kau dengar kabar si A?

Eh… tahu tidak si B kenapa?

Mata tajam menatap

Tapi telinga terpasang kemana-mana

 

Mulut tidak tau istirahat

Berita simpang siur pun jadi santapan

Lebih cepat dari notifikasi pertemanan

 

Guru menerangkan, kau pun sibuk bercerita

Kelas hening, kaulah yang paling bising

Satu cerita kelar, gosip baru berdering

 

Tugas terbengkalai

Kabar buruk pun datang

Wahai sang pembawa berita

Nilai merah bisa jadi kenyataan


Berikut dokumentasi hasil karya puisi yang terpilih tersebut:








Tidak ada komentar:

Posting Komentar