Senin, 27 Februari 2023

Makalah Kewirausahaan_BRANDING_Merek Dagang

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Asal usul merek itu sendiri berpangkal di sekitar abad pertengahan di Eropa, pada saat perdagangan dengan dunia luar mulai berkembang.Fungsinya semula untuk menunjukkan asal produk yang bersangkutan. Baru setelah dikenal metode produksi massal dan dengan jaringan distribusi dan pasar yang lebih luas dan kian rumit, fungsi merek berkembang menjadi seperti yang dikenal sekarang ini (Bambang Kesowo, 1995 : 16).

Merek menjadi salah satu kata yang sangat populer yang sering digunakan dalam hal mempublikasikan produk baik itu lewat media massa seperti di surat kabar, majalah, dan tabloid maupun lewat media elektronik seperti di televisi, radio dan lain-lain. Seiring dengan semakin pesatnya persaingan dalam dunia perdagangan barang dan jasa ahkir-akhir ini maka tidak heran jika merek memiliki peranan yang sangat signifikan untuk dikenali sebagai tanda suatu produk tertentu di kalangan masyarakat dan juga memilki kekuatan serta manfaat apabila dikelola dengan baik. Merek bukan lagi kata yang hanya dihubungkan dengan produk atau sekumpulan barang pada era perdagangan bebas sekarang ini tetapi juga proses dan strategi bisnis.Oleh karena itu, merek mempunyai nilai atau ekuitas. Dan ekuitas menjadi sangat penting karena nilai tersebut akan menjadi tolak ukur suatu produk yang ada dipasaran.

B.     Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraiakan diatas, ada beberapa pokok masalah yang dirumuskan dalam makalah ini yakni ;

a.       Pengertian brand dan branding ?

b.       Perlindungan hukum terhadap merek dagangan?

c.       Jenis-jenis dan macam-macam merek?




 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

A.    Pengertian Brand dan Branding

Suatu produk dapat dibedakan dari produk lainnya dari segi merek. Merek tersebut dapat dipakai sebagai alat untuk menciptakan pandangan tertentu dari para pembeli, baik melalui periklanan maupun melalui kegiatan promosi yang lain. Peranan merek tidak hanya sekedar pembeda suatu produk, namun tidak mustahil pada kondisi tertentu akan berwujud aset yang bernilai ekonomis. Asosiasi pemasaran Amerika mendefinisikan merek (brand3) sebagai “nama, istilah, tanda, simbol, atau rancangan, atau kombinasi dari semuanya, yang dimaksudkan untuk mengidentifikasikan barang atau jasa penjual atau kelompok penjual dan untuk mendiferensiasikannya dari barang atau jasa pesaing.” Dengan demikian, sebuah merek adalah produk atau jasa penambah dimensi yang dengan cara tertentu mendiferensiasikannya dari produk atau jasa lain yang dirancang untuk memuaskan kebutuhan yang sama.

Branding ini berasal dari kata brand dalam bahasa inggris yang memiliki arti merek. Namun makna branding dengan brand akan berbeda, Branding adalah berbagai kegiatan komunikasi yang dilakukan oleh sebuah perusahaan dengan tujuan untuk membangun dan membesarkan sebuah brand atau merek. Disisi lain branding ini juga diartikan sebagai suatu usaha komunikasi yang disusun dan direncanakan dengan baik oleh perusahaan untuk membesarkan brand atau suatu merek tertentu.

Bagi perusahaan,  branding tidak sekedar berfungsi sebagai corporate identity, namun juga bisa meningkatkan brand image (citra yang terbentuk dalam fikiran konsumen tentang merk tertentu) yang luar biasa, apabila digarap dengan professional. Branding juga dapat diartikan sebagai suatu pernyataan mengenai siapa (identitas), apa yang dilakukan (produk/jasa yang ditawarkan) dan mengenai kenapa suatu merk layak dipilih.

 

 

B.     Perlindungan Hukum Bagi Merk

Sebagaimana diketahui, bahwa perlindungan merek di Indonesia, semula diatur dalam Reglement Industriele Eigendom Kolonien 1912, yang kemudian diperbaharui dan diganti dengan Undang-undang Nomor 21 Tahun 1961 tentang Merek Perusahaan dan Merek Perniagaan (disebut pula Undang-Undang Merek 1961). Adapun pertimbangan lahirnya Undang-Undang Merek 1961 ini adalah untuk melindungi khalayak ramai dari tiruan barang-barang yang memakai suatu merek yang sudah dikenalnya sebagai merek barang-barang yang bermutu baik.Selain itu, Undang-Undang Merek 1961 juga bermaksud melindungi pemakai pertama dari suatu merek di Indonesia.

Selanjutnya, pengaturan hukum merek yang terdapat dalam Undang-Undang Merek 1961, diperbaharui dan diganti lagi dengan Undang-undang Nomor 19 Tahun 1992 tentang Merek (selanjutnya disebut Undang-undang Merek 1992), yang mulai berlaku sejak tanggal 1 April 1993. Dengan berlakunya Undang-undang Merek 1992, Undang-undang Merek 1961 dinyatakan tidak berlaku lagi.Pada prinsipnya Undang-Undang Merek 1991 telah melakukan penyempurnaan dan perubahan terhadap hal-hal yang berkaitan dengan merek, guna disesuaikan dengan Paris convention.

Undang-undang Nomor 19 Tahun 1992, disempurnakan lagi dengan Undang-undang Nomor 14 Tahun 1997. Penyempurnaan undang-undang terus dilakukan, hingga sekarang diberlakukan Undang-undang No. 15 Tahun 2001 tentang Merek (Lembaran Negara Tahun 2001 Nomor 110, Tambahan Lembaran Negara Tahun 4131), yang mulai berlaku sejak tanggal 1 Agustus 2001.

Untuk lebih mengetahui tentang merk itu, maka penulis menyajikan teori pengertian merek dari yakni :

1.      Berdasarkan Undang-Undang No. 15 Tahun 2001 Bab 1 Pasal 1 Ayat 1 Merek adalah Tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa.

2.      Menurut Philip Kotler (2000 : 404), menyatakan bahwa: “Merek adalah tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan dan jasa.”

3.      Adapun pengertian merk menurut Djaslim Saladin (2003 : 84), menyatakan bahwa: “Merk adalah suatu nama, istilah, tanda, lambang atau desain, atau gabungan semua yang diharapkan mengidentifikasikan barang atau jasa dari seorang penjual atau sekelompok penjual, dan diharapkan akan membedakan barang atau jasa dari produk pesaing.”

4.      Selanjutnya menurut DR. Buchori Alma (2000:105) : “Merek adalah tanda atau simbol yang memberikan identitas suatu barang atau jasa tertentu yang dapat berupa kata-kata, gambar atau kombinasi keduanya.”

5.      Menurut Kotler (2000:404) ada enam pengertian yang dapat disampaikan melalui suatu merek :

• Atribut
Sebuah merek menyampaikan atrribut-atribut tertentu.
• Manfaat
Ada manfaat yang bisa diambil dari merek tersebut yang akan dikembangkan menjadi manfaat fungsional atau emosional.
• Nilai
Merek menunjukan nilai produsen.
• Budaya
Merek menunjukan budaya tertentu.
• Kepribadian
Merek mencerminkan kepribadian tertentu. Jika merek merupakan orang, binatang, atau suatu obyek.
• Pemakai
Merk menunjukan jenis konsumen yang membeli atau yang menggunakan produk tersebut.


Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa semua definisi mempunyai pengertian yang sama mengenai merek yakni salah satu atribut yang penting dari sebuah produk, dimana merek suatu produk dapat memberikan nilai tambah bagi produk tersebut. Merek tidak hanya sebuah nama bagi produk, tetapi lebih dari itu merupakan identitas untuk membedakan dari produk-produk yang dihasilkan dari perusahaan lain. Dengan identitas khusus, produk tertentu akan lebih mudah dikenali oleh konsumen dan pada gilirannya tentu akan memudahkan pada saat pembelian ulang produk tersebut. Pada dasarnya merek terdiri dari dua bagian yaitu bagian yang dapat diucapkan yaitu nama merek, dan bagian yang dapat dikenali tetapi tidak dapat diucapkan yaitu tanda merek.

Menurut Djaslim Saladin (2003 : 84) ada empat bagian merek :

1. Nama merek (brand name), adalah sebagian dari merek dan yang dapat diucapkan.

2. Tanda merek (brand sign), adalah sebagian dari merek yang dapat dikenal namun tidak dapat diucapkan, seperti misalnya lambang, desain, huruf, atau warna khusus.

3. Tanda merek dagang (trade mark), adalah merek atau sebagian dari merek yang dilindungi oleh hokum karena kemampuannya untuk menghasilkan sesuatu yang istimewa. Tanda dagang ini melindungi penjualan dengan hak istimewanya untuk menggunakan nama merek dan atau tanda merek.

4. Hak cipta (Copyright), adalah hak istimewa yang dilindungi oleh undang-undang untuk memproduksi, menerbitkan, dan menjual karya tulis, karya musik atau karya seni.


            
Merek yang kuat ditandai dengan dikenalnya suatu merek dalam masyarakat, asosiasi merek yang tinggi pada suatu produk, persepsi positif dari pasar dan kesetiaan konsumen terhadap merek yang tinggi.Dan Merk juga sangat memungkinkan konsumen untuk mengatur dengan lebih baik pengalaman tempat belanja mereka membantu mereka mencari dan menemukan keterangan produk.Adapun fungsi merek adalah untuk membedakan kepentingan perusahaan, penawaran dari semuanya.


          Dengan adanya merk, dapatlah membuat produk yang satu beda dengan yang lain sehingga diharapkan akan memudahkan konsumen dalam menentukan produk yang akan dikonsumsinya berdasarkan berbagai pertimbangan serta menimbulkan kesetiaan terhadap suatu merek (brand loyalty). Kesetiaan konsumen terhadap suatu merek atau brand yaitu dari pengenalan, pilihan dan kepatuhan pada suatu merek.

 

Merk dapat dipahami lebih dalam pada tiga hal berikut ini :

1. Contoh brand name (nama) : nintendo, aqua, bata, rinso, kfc, acer, windows, toyota, zyrex, sugus, gery, bagus, mister baso, gucci, c59, dan lain sebagainya.
2. Contoh mark (simbol) : gambar atau simbol sayap pada motor honda, gambar jendela pada windows, gambar kereta kuda pada california fried chicken (cfc), simbol orang tua berjenggot pada brand orang tua (ot) dan kentucky friend chicken (kfc), simbol bulatan hijau pada sony ericsson, dan masih banyak contoh-contoh lainnya yang dapat kita temui di kehidupan sehari-hari.

3. Contoh trade character (karakter dagang) : ronald mcdonald pada restoran mcdonalds, si domar pada indomaret, burung dan kucing pada produk makanan gery, dan lain sebagainya.

 

C.    Jenis-Jenis Dan Macam-Macam Merk

Jenis-jenis terdiri dari beberapa macam yakni :

1.      Manufacturer Brand

Manufacturer brand atau merek perusahaan adalah merek yang dimiliki oleh suatu perusahaan yang memproduksi produk atau jasa. Contohnya seperti soffel, capilanos, ultraflu, so klin, philips, tessa, benq, faster, nintendo wii, vit, vitacharm, vitacimin, dan lain-lain.

2.      Private Brand

Private brand atau merek pribadi adalah merek yang dimiliki oleh distributor atau pedagang dari produk atau jasa seperti zyrex ubud yang menjual laptop cloud everex, hipermarket giant yang menjual kapas merek giant, carrefour yang menjual produk elektrinik dengan merek bluesky, supermarket hero yang menjual gula dengan merek hero, dan lain sebagainya.

Ada juga produk generik yang merupakan produk barang atau jasa yang dipasarkan tanpa menggunakan merek atau identitas yang membedakan dengan produk lain baik dari produsen maupun pedagang. Contoh seperti sayur-mayur, minyak goreng curah, abu gosok, buah-buahan, gula pasir curah, bunga, tanaman, dan lain sebagainya.
Merk terdiri dari 3 (Tiga) macam Berdasarkan Undang-Undang No. 15 Tahun 2001, yaitu :

a.       Merk Dagang :

Merk yang digunakan pada barang yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan barang-barang sejenis lainnya.(Pasal 1 angka (2) Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 Tentang Merk)

b.      Merk Jasa :

Merk yang digunakan pada jasa yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan jasa-jasa sejenis lainnya. (Pasal 1 angka (3) Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 Tentang Merk)

c.       Merk Kolektif :

Merk yang digunakan pada barang dan/atau jasa dengan karakteristik yang sama yang diperdagangkan oleh beberapa orang atau badan hukum secara bersama-sama untuk membedakan dengan barang dan/atau jasa sejenis lainnya. (Pasal 1 angka (4) Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 Tentang Merk)

 

D.    Strategi Merek (Brand Strategies)

Produsen, distributor atau pedagang pengecer dapat melakukan strategi merek sebagai berikut di bawah ini :

1.      Individual Branding / Merek Individu

Individual branding adalah memberi merek berbeda pada produk baru seperti pada deterjen surf dan rinso dari unilever untuk membidik segmen pasar yang berbeda seperti halnya pada wings yang memproduksi deterjen merek so klin dan daia untuk segmen pasar yang beda.

2.      Family Branding / Merek Keluarga

Family branding adalah memberi merek yang sama pada beberapa produk dengan alasan mendompleng merek yang sudah ada dan dikenal mesyarakat. Contoh famili branding yakni seperti merek gery yang merupakan grup dari garudafood yang mengeluarkan banyak produk berbeda dengan merek utama gery seperti gery saluut, gery soes, gery toya toya, dan lain sebagainya. Contoh lain misalnya yaitu seperti motor suzuki yang mengeluarkan varian motor suzuki smash, suzuki sky wave, suzuki spin, suzuki thunder, suzuki arashi, suzuki shodun ,suzuki satria, dan lain-lain.

 

E.     Brand Equity

Brand Equity atau ekuitas merek adalah nilai tambah yang diberikan pada produk atau jasa. Nilai ini bisa dicerminkan dalam cara konsumen berpikir, merasa, dan bertindak terhadap merek, harga, pangsa pasar, dan profitabilitas yang dimiliki perusahaan. Ekuitas merek merupakan aset tak berwujud yang penting, yang memiliki nilai psikologis dan keuangan bagi perusahaan.

Pemasar dan periset menggunakan berbagai perspektif untuk mempelajari ekuitas merek. Pendekatan berbasis pelanggan memandang ekuitas merek dari sudut konsumen–entah individu atau organisasi. Dasar pemikiran model ekuitas merek berbasis pelanggan menetapkan kekuatan merek terletak pada apa yang telah dilihat, dibaca, didengar, dipelajari, dipikirkan, dan dirasakan konsumen tentang merek selama ini. Dengan kata lain, kekuatan merek terletak pada pikiran pelanggan yang ada atau calon pelanggan dan apa yang mereka alami secara langsung dan tidak langsung tentang merek (Kotler & Kevin Lane, 2007: 332-335).

Menurut Susanto dan Wijanarko (2004) dalam menghadapi persaingan yang ketat, merek yang kuat merupakan suatu pembeda yang jelas, bernilai, dan berkesinambungan, menjadi ujung tombak bagi daya saing perusahaan dan sangat membantu strategi pemasaran. Keller (1993) menyatakan brand equity adalah keinginan seseorang untuk melanjutkan menggunakan suatu brand atau tidak. Pengukuran dari brand equity sangatlah berhubungan kuat dengan kesetiaan dan bagian pengukuran dari pengguna baru menjadi pengguna yang setia. Ada beberapa pengertian brand equity yang dikemukakan oleh beberapa ahli, yang pertama Susanto dan Wijanarko (2004), ekuitas merek adalah seperangkat aset dan liabilitas merek yang berkaitan dengan suatu merek, nama dan simbolnya, yang menambah atau mengurangi nilai yang diberikan oleh suatu barang atau jasa kepada perusahaan atau pelanggan. Kemudian menurut East (1997). “Brand equity or brand strength is the control on purchase exerted by a brand, and, by virtue of this, the brand as an asset that can be exploited to produce revenue” yang berarti ekuitas merek atau kekuatan merek adalah kontrol dari pembelian dengan menggunakan merek, dan, kebaikan dari merek, merek sebagai aset yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan pendapatan.

Sedangkan menurut Kotler dan Armstrong (2004), “Brand equity is the positive differential effect that knowing the brand name has on customer response to the product or service”. Ekuitas merek adalah efek diferensiasi yang positif yang dapat diketahui dari respon konsumen terhadap barang atau jasa. Jadi brand equity adalah kekuatan suatu brand yang dapat menambah atau mengurangi nilai dari brand itu sendiri yang dapat diketahui dari respon konsumen terhadap barang atau jasa yang dijual”.

Sementara menurut David A. Aaker (1996: 8) Brand equity is a set of asset (and liabilities) linked to a brand’s name and symbol that adds to (or substract from) the value provided by a product or service to a firm and in hat firm’s customer. The major asset categories are: brand awareness; perceived quality, brand association and brand loyalty. (Ekuitas merek adalah seperangkat aset (dan kewajiban) yang terkait dengan nama dan simbol merek yang menambahkan (atau mengurangi dari) nilai yang diberikan oleh produk atau layanan kepada perusahaan dan pelanggan perusahaan topi. Kategori aset utama adalah: kesadaran merek; persepsi kualitas, asosiasi merek dan loyalitas merek).

Asset-aset yang terdapat dalam ekuitas merek dapat dilihat sebagai indikator-indikator (faktor-faktor) pembentuk ekuitas merek tersebut. David Eaker dalam buku the Power of Brand menyatakan bahwa faktor-faktor yang menentukan ekuitas merek adalah:

a.        Brand Awareness

Brand Awareness atau kesadaran merek artinya adalah kesanggupan seseorang calon pembeli untuk mengenali atau mengingat kembali bahwa sebuah merek merupakan bagian dari kategori produk tertentu (Aaker, 1996: 90). Peran brand awareness dalam keseharusan brand equity tergantung sejauhmana tingkat kesadaran yang tercapai oleh suatu merek.

1)        Unware of Brand

Merupakan tingkat yang paling rendah dalam piramida kesadaran merek, dimana konsumen tidak menyadari akan adanya sebuah merek.

2)        Brand Recognition

Tingkat minimal dari kesadaran merek. Hal ini penting pada saat seseorang pembeli memiliki suatu merek pada saat merek melakukan pemasaran.

3)        Brand Recall

Pengingatan kembali terhadap merek didasarkan pada permintaan seseorang untuk menyebut merek tertentu dalam satu kelas produk.

4)        Top of mind

Apabila seseorang ditanya secara langsung tanpa diberi bantuan pengingatan dan ia dapat menyebutkan satu nama merek, maka merek yang paling banyak disebut pertama sekali merupakan puncak pikiran dengan kata lain merek tersebut merupakan merek utama dari berbagai merek yang ada dalam benak konsumen.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

SIMPULAN



Merek adalah salah satu atribut yang penting dari sebuah produk, dimana merek suatu produk dapat memberikan nilai tambah bagi produk tersebut. Merek tidak hanya sebuah nama bagi produk, tetapi lebih dari itu merupakan identitas untuk membedakan dari produk-produk yang dihasilkan dari perusahaan lain. Dengan identitas khusus, produk tertentu akan lebih mudah dikenali oleh konsumen dan pada gilirannya tentu akan memudahkan pada saat pembelian ulang produk tersebut. Pada dasarnya merek terdiri dari dua bagian yaitu bagian yang dapat diucapkan yaitu nama merek, dan bagian yang dapat dikenali tetapi tidak dapat diucapkan yaitu tanda merek.

Kini masyarakat dalam melakukan pengajuan permohonan sudah tidak mengalami kesulitan karena Pemerintah melalui DITJEN HKI telah banyak melakukan sosialisasi baik lewat masmedia maupun forum-forum yang yang telah dibentuk. Sehingga akhirnya bagi pemilik hak tersebut tidak usah khawatir akan adanya kerugian yang diakibatkan oleh oknum yangtak bertanggung jawab yang ingin memanfaatkan kepopuleran merk suatu produk tertentu.

Bahwa telah kita bahas dihalaman sebelumnya tentang upaya pemerintah melakukan perlindungan terhadap pemilik hak merk sudah sangat ketat dengan melalui beberapa tahap proses penyeleksian terhadap pendaftaran merk dan itu dibuktikannya dengan beberapa undang-undang dan peraturan pemerintah Republik Indonesia yang selalu di perbaharui seiring perkembangan dan semakin maraknya persaingan di dunia perdagangan baik nasional maupun internasional. Sehingga dengan adanya beberapa regulasi tersebut dapat menekan berbagai macam tindak kejahatan dibidang Hak Kekayaan Intelektual khususnya Merk.

  

Senin, 14 November 2022

Kumpulan Cerpen Karya Siswa SMP_Arti Seorang Kakak

Kumpulan Cerpen Siswa SMP dengan Tema “Arti Seorang Kakak”.

Cerpen atau dikenal dengan cerita pendek adalah suatu karya prosa naratif yang mengangkat kisah atau kejadian dari suatu tokoh. Cerpen cenderung singkat, padat dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi ataupun nonfiksi yang lain yang lebih panjang seperti novel.

Berdasarkan materi pelajaran Bahasa Indonesia pada jenjang SMP yang dimana materinya adalah “Menyusun Cerita pendek” maka dibawah ini adalah kumpulan Cerpen yang dibuat oleh siswa SMP Muhammadiyah Lajoa dengan tema “Arti Seorang Kakak”. Keempat cerpen dibawah ini merupakan cerpen yang lolos untuk dipublikasikan dari banyaknya cerpen yang dibuat oleh beberapa siswa dari dua kelas yang berbeda. Selain karya cerpen ini sudah sesuai dengan penyusunan cerpen yang sesuai dengan struktur cerpen serta kebahasaan cerpen dan juga dari judul serta ceritanya yang menarik maka inilah keempat cerpen tersebut yang berhasil dibuat oleh siswa SMP Muhammadiyah Lajoa.

 

The Greatest Brother

Karya: Eta Fitriani

 

Rahim dan seorang adik perempuannya yang bernama Eryn merupakan 2 saudara yang telah ditinggal orang tuanya. Mamanya telah meninggal dan papanya juga memiliki istri baru, papanya beserta keluarga barunya memilih pergi ke china, kala itu Rahim yang berumur 17 tahun sedangkan adiknya 7 tahun ditinggal di Indonesia.

Untuk menghidupi dirinya dan adiknya, Rahim mencari nafkah, ketik ia pulang sekolah dia akan membantu melayani pembeli disebuah toko, biasanya ia akan digaji 200k perbulan, namun untuk untuk kehidupannya sehari-hari itu tentu tidak cukup, dia juga harus membeli kebutuhan sekolahnya dan sekolah Eryn.

Mendekati hari ulang tahun Eryn, Rahim harus menabung dan menghemat uangnya, mengingat adiknya perna meminta dibelikan kue dan es krim dihari ulang tahunnya. Karena sangat menyayangi adiknya, Rahim akan berusaha memenuhi permintaan Eryn.

Kala itu uangnya belum cukup, Rahim harus menambah perkerjaannya, saat sore hari dia dia’ akan bekerja di tempat cuci mobil/motor. Dengan kerja kerasnya yang dilakukan Rahim untuk Eryn, akhirnya dapat mewujudkan permintaan sang adik.

Eryn sangat senang, dia sangat merasa beruntung memiliki kakak yang selalu memperlakukannya sebagai ratu. Namun itu bukanlah akhir dari kehidupan mereka, kehidupan mereka masih panjang, mengingat umur rahim yang masih remaja tentu mereka masih membutuhkan sosok orang tua disampingnya.

Mereka yang saat itu seharusnya merasakan kesenangan bersama teman -temanya tanpa memikirkan masalah yang ada, namun dipaksa dewasa dan mandiri oleh keadaan. Rahim kadang berpikir ingin menyerah namun dia juga tidak akan meninggalkan adiknya seorang diri.

Berkat kerabahan yang dimiliki Rahim. Beberapa tahun kemudian dia dapat kemudian dia dapat menyelesaikan sekolahnya dan meraih cita –citanya yaitu seorang dokter. Eryn juga tumbuh menjadi perempuan yang sabar dan ceria. Di tengah kesibukan sang kakak, Eryn juga mendirikan toko kecil yang menjual berbagai macam kue karena Eryn juga sangat menyukai kue. Mereka hidup bahagia, saling mengerti, dan saling melengkapi.

   Pesan

·        Tetaplah berusaha, tabah, dan jangan menyerah walau dihantam berbagai masalah.

·        Jika lelah istirahat sejenak, ingat!! Fajar masih menantimu untuk bertemu esok hari.

 

Biografi Penulis:

Hai, perkenalkan nama saya Eta Fitriani biasa dipanggil Eta. Saya lahir pada tanggal 11 September 2007 di Malaysia. Hobi saya membaca novel, makanan kesukaan saya sate dan minuman kesukaan saya Thai tea. Warna kesukaan saya warna hitam. Kenal lebih dekat dengan saya ikuti my ig: @whodatta

 

Kakak Ku Pahlawan Ku

Karya: Rifkah Rihadatul Ais

 

Hai! Perkenalkan aku Tania aku hidup bersama kakakku, pasti kalian bertanya – tanya, kemana orang tuaku? Orang tuaku telah meninggal karena kecelakaan, dan kakakku lah yang menggantikan ibu dan ayahku, saat orang tuaku meninggal aku baru berumur 5 tahun dan kakakku berumur 12 tahun setelah kejadian itu kakakku harus banting tulang untuk mencari uang sambil sekolah, kakakku harus bangun sekitar jam 2 untuk membuat kue setelah itu dia akan menjualnya di sekolah, sepulang sekolah aku dan kakakku melanjutkan jualan, oh iya pada saat kakak berangkat kesekolah aku dititipkan ke tetangga, Alhamdulillah tetanggaku sangat baik kepada kami.

Saat aku menginjak umur 7 tahun aku pun masuk sekolah dan dilain waktu kakak ku pun harus lebih giat berjualan mengingat uang spp sekolah yang sangat mahal. Seiring berjalannya waktu tak disangka kakak ku sudah lulus SMA dan aku sudah menginjak kalas 6 SD, kakak ku pun memutuskan untuk tidak lanjut kuliah mengingat perekonomian kami yang sangat kecil. Kakak ku pun pergi melamar kerja di cafe dan Alhamdulillah kakak ku keterima menjadi barista, akupun ikut bahagia mendengarnya, tetapi bahagia itu ternyata hanya sebentar karena kakak ku dipecat karena kakak ku dituduh mencuri uang di cafe tersebut.

Kakak ku sangat sedih tetapi aku selalu memberi semangat terhadap kakak ku dan tidak lupa mendoakanya seiring berjalannya waktu aku dan kakak ku lagi asik bercerita diteras dan aku berkata “kenapa kita tidak membuat toko kecil – kecilan aja kak lumayan untuk menambah kebutuhan sehari – hari” ujar Tania, kakakku pun berkata “ boleh juga dek”, keesokan harinya kakakku pun membuat kue dan dipajang di depan rumah. Setelah itu tetangga pun berdekatan untuk mencobanya dan ternyata banyak yang suka dan disaat hari itupun warga berdatangan untuk membelinya. Dan sekarang kami sudah mempunyai toko dimana – mana.

 

Biografi Penulis:

Rifkah Rihadatul Ais itu nama panjangku dan Fikah nama panggilanku aku lahir di Soppeng Sulawesi Selatan pada tanggal 1 Desember 2007. Aku bersekolah di SMP Muhammadiyah Lajoa, aku mempunyai ibu yang cantik bernama Rahmah dan ayah yang gagah Bernama Rapidding. Hobi saya adalah menyanyi dan warna kesukaan saya yaitu biru muda dan hitam.

 

Waktu Yang Berharga

Karya: Radiyatul Mardiyah Chairil

 

Disebuah desa hidulah seorang remaja yang tidak memiliki oarang tua, tetapi harus mengurus adiknya, Radit nama remaja tersebut dan Abel nama adiknya. Radit masih seorang pelajar, ia duduk di bangku kelas II SMA 2 GALAKSI “ bukanya SMA 2 GALAKSI itu mahal” ya Radit bersekolah di sekolah tersebut tentunya lewat prestasi atau beasiswa. Radit dan Abel adalah saudara yang tidak berkecukupan oleh sebab itu cara agar mereka tetap hidup adalah Radit mencari nafka atau kerja sampingan.

Orang tua Radit dan Abel telah meninggal ketika Radit berumur 5 tahun dan Abel yang masih bayi. Radit harus amanah dengan pesan kedua orang tuanya dengan menjaga adiknya sebaik mungkin. Pada suatu saat Radit ingin kesekolah tetapi Abel sedang terbaring lemas dan harus minum obat secepatnya, dengan melihat keadaan adiknya tersebut Radit bolos sekolah dan cepat – cepat ia mencari uang tambahan untuk obat adiknya. Radit menjadi tukang parkir, pelayan dipasar, dan mengamen di jalan demi mendapatkan uang yang lebih. Setelah uangnya terkumpulkan ia bergegas membeli obat dan makanan untuk adiknya.

Radit adalah seorang remaja yang pekerja keras, ia sangat menyayangi adiknya oleh karena itu radit tidak ingin melihat Abel sedih. Suatu saat adiknya minta dibelikan kue dan ice cream dihari ulang tahunnya, tetapi Radit tidak memiliki uang untuk memenuhi permintaan adiknya disisi lain juga Radit tidak ingin melihat Abel sedih, ia ingin melihat Abel bahagia. Radit berusaha mencari pekerjaan agar memenuhi permintaan Abel.

Ia bekerja cukup lama, dari pagi hingga sore, tetapi uang yang dihasilkan belum cukup untuk membeli kue dan ice cream, Radit pulang kerumah sangat kaget melihat adiknya terjatuh dilantai, dengan cepat Radit meminta tolong kepada pak rt untuk membawa adiknya kerumah sakit, sesampai dirumah sakit Radit sangat khawatir kepada Abel, Pak RT?  Pak rt sudah pulang karena ada urusan mendadak Abel ditangani cukup lama, Radit sangat merasa bersalah karena tidak menjaga adiknya, dia akan melakukan hal apapun untuk adiknya tetap sehat.

Tidak lama dari itu dokter keluar dari ruangan dengan cepat Radit menayakan kepada dokter apa yang terjadi dengan Abel, dokter mengatakan hal yang tidak Radit pikirkan sebelumnya, Radit sangat terpukul dengan yang dokter katakan bahwa Abel terkena kanker otak stadium akhir, waktu Abel sudah tidak lama lagi. Radit dengan cepat masuk ke dalam dan melihat adiknya yang tertidur tenang, air matanya sudah tidak bisa di tahan lagi, tangisannya pecah ketika melihat adik tersayangnya yang sangat ceria, waktunya sudah tidak lama lagi.

Radit menghabiskan waktu dengan adiknya,ia juga mendapat sumbangan dari sekolahnya untuk membayar rumah sakit, sungguh senang rasanya ketika di kelilingi oleh orang baik. Radit bermain dengan Abel, sekali – kali mereka difoto oleh dokter karena terharu melihat momen tersebut. Radit membacakan dongeng dan memeluk adiknya, ia menangis tetapi ia berusaha menahannya agar adiknya tidak ikut sedih. Keesokan harinya radit melanjutkan untuk mencari nafka, hari itu hari minggu jadi Radit tidak kesekolah, setelah uang yang Radit cukup banyak Radit pergi ke toko kue untuk membelikan adiknya kue yang diminta sebelumnya.

Radit memilih kue yang berwarna pink dan tulisan yang ada dikue tersebut yaitu “ untuk adik tersayang”. Setelah itu Radit ke toko ice cream dan membeli banyak untuk adiknya. Sesampai dirumah sakit Radit kaget karena melihat perawat berlarian kesan kemari dan menuju dikamar adiknya dirawat, dengan cepat Radit masuk ke kamar adiknya ice cream dan kue yang tadinya dipegang oleh Radit terjatuh begitu saja dilantai ketika melihat adiknya telah diselimuti kain putih yang tandanya Abel sudah tidak ada lagi. Radit menangis tak percaya adik kesayangannya sudah meniggalkan dirinya dan dunia. Betapa sedihnya menjadi Radit ditinggal orang tua dan adik yang tidak bisa kembali lagi Radit sabar dengan kondisi saat ini di pemakaman adiknya Radit terus membacakan ayat suci sebelum meninggalkan pemakaman adiknya ia menciumi nisan yang bertuliskan “Arabella” itu.

Dari sini kita bisa simpulkan bahwa waktu adalah hal yang paling berharga. Dengan adanya cerita Radit dan Abel semoga kalian yang menyepelekan waktu agar berubah menjadi yang terbaik lagi, umur hanya maha kuasa yang tau.

Luangkan waktumu untuk orang yang kau sayang sebelum kamu kehilangan dan menyesal dikemudian hari dan ketika kamu tidak bersyukur atas yang diberikan ingatlah bahwa ada orang yang kurang dari kamu.

 

Biografi Penulis:

Halo, perkenalkan nama saya Radiyatul Mardiyah Chairil biasa dipanggil dengan sebutan “Diyah”. Hobi saya menulis dan menonton, saya sekarang duduk dibangku SMP kelas IXA. Saya lahir pada tanggal 30 Agustus 2007, di Makassar Sulawesi Selatan. Hal yang saya tidak suka mengenai hal makanan adalah jagung. Saya anak ke dua dari lima bersaudara, saya percaya dibalik susah payahnya kita berusaha ada keberhasilan yang menanti.

  

KAKAK TERHEBATKU

Karya: Ahriani

 

Di pagi hari dua gadis sedang bersiap – siap untuk pergi bersekolah. Tina dan Wulan masih menduduki bangku SMA dan SD. Mereka kakak beradik yang ditinggal oleh kedua orang tuanya sejak masih kecil. Tina berusia 7 tahun saat ia ditinggal ayah dan ibunya untuk selama – lamanya, dan adiknya masih berusia 2 tahun saat orang ditinggal orang tuanya, sangat memperhatinkan mereka harus ditinggal kedua orang tuanya disaat mereka masih kecil. Sekarang mereka harus tinggal bersama neneknya.

Waktu pulang sekolah telah tiba. Tina dan Wulan sudah berada di rumah, tina bersiap – siap untuk berangkat bekerja. Sejak ayah dan ibunya tidak ada ia menjadi tulang punggung keluarga dan harus membiayai sekolah dan neneknya yang sakit – sakitan. Sangat mengasihankan di umurnya yang sekarang harusnya bermain dengan teman seusianya harus bekerja keras  untuk membiayai keluarganya.

Saat malam hari tina bersiap – siap untuk pulang dari rumah majikannya “Bu saya pulang dulu sudah malam dan pekerjaan saya sudah selesai semua” ucap tina kepada ibu majikanya. Di saat sampai dirumah jam menujukkan pukul 22.00 dan seisi rumah sudah tidur. Tina membersihkan badan dan tidur di dekat adiknya. Wulan menyadari bahwa kakaknya sudah pulang, dia memeluk kakaknya itu dan mengatakan kepada kakaknya “aku sayang banget sama kakak, makasi telah bekerja keras untukku” tina tersenyum mendengar perkataan adiknya dan memeluk adiknya itu.

Hari ini tina pengumuman kelulusan. Tina dinyatakan lulus dengan nilai yang cukup tinggi. Ia sangat senang. Ia pulang kerumah untuk memberi tahu adik dan neneknya. Namun saat sampai dirumah tina mendapati rumahnya dikerumuni banyak orang, ia segera masuk dan ia melihat neneknya sudah tidak ada lagi “kakak” teriak adik wulan sambil berlari memeluk kakaknya. Mereka dan para tetangga mengantar neneknya ke tempat peristirahatan terakhirnya. Mereka sangat terpukul atas meniggalnya nenek.

Saat dirumah Tina menghibur adiknya yang masih menangis. “sudah jangan menangis lagi ikhlaskan nenek, masih ada kakak disini” kata Tina kepada adiknya untuk menghibur. Wulan merebahkan badanya di tempat tidur dan tidak lama Wulan tertidur, mungkin karena cape manangis sejak tadi. Tina pun ikut tidur di samping adiknya.

Di pagi hari Wulan bangun lebih cepat dari tina. Wulan menatap kakaknya itu dengan rasa bercampur aduk, ia sangat bangga memiliki kakaknya yang hebat seperti Tina dan ia juga kasihan kepada kakaknya yang harus bekerja untuk menghidupi dirinya. Aku bangga punya kakak sepertimu kak, kamu adalah kakak terhebatku kamu pahlawanku. Aku janji akan menjadi adik yang akan membanggakanmu.

 

Biografi Penulis:

Hai, perkenalkan namaku Ahriani biasa dipanggil Riani, aku tinggal di Cacaleppeng. Aku dilahirkan oleh ibu yang cantik bernama Alm. Rosnawati dan ayah yang tampan dan hebat yang bernama Misi. Aku suka menyanyi meskipun suaraku biasa-biasa saja. Aku suka warna hitam sekarang aku sudah menduduki bangku SMP kelas 9, aku bersekolah di SMP Muhammadiyah Lajoa. Kalian bisa kenal saya lebih dekat lewat akun ig saya @capry_queen

Rabu, 16 Februari 2022

Mahir Menulis Puisi

 

Mahir Menulis Puisi

     Sampai sekarang sudah ratusan bahkan mungkin ribuan definisi puisi diajukan oleh banyak kalangan. Namun, sampai sekarang tidak ada satu pun definisi puisi yang bisa memuaskan semua kalangan. Banyak sebab mengapa orang tidak bisa sepakat tentang definisi puisi. Salah satunya adalah karena puisi selalu berubah-ubah sesuai dengan selera dan perubahan konsep estetiknya. Pengertian puisi pada tahun 1920-an akan berbeda dengan zaman sesudahnya. Semangat zaman akan mengubah pengertian dan konsep estetika puisi.

     Altenbern mendefinisikan puisi sebagai "pendramaan pengalaman yang bersifat penafsiran dalam bahasa berirama (bermetrum)". Menurut Samuel Taylor Coleridge puisi adalah kata-kata yang terindah dalam susunan terindah. Untuk menyusun kata-kata yang terindah penyair melakukan pergulatan yang keras, memilih dan memilah kata sedemikian rupa sampai tercipta bangunan puisi dalam sebuah kesatuan yang utuh.

1. Mengenal Puisi

          Menurut kamus istilah sastra, Abdul Rasak Zaidan (1991) menuliskan pengertian apresiasi puisi adalah penghargaan atas puisi sebagai hasil pengenalan, pemahaman, penafsiran, penghayatan dan penikmatan atas karya tersebut yang didukung oleh kepekaan batin terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam puisi itu. Dalam batasan ini, syarat untuk dapat mengapresiasi karya sastra adalah kepekaan batin terhadap nilai-nilai karya sastra sehingga seseorang:

a. Mengenal,

b. Memahami,

c. Menafsirkan,

d. Menghayati, dan

e. Menikmati karya sastra tersebut.

        Untuk mengapresiasi puisi, kita harus mengenal hal-hal yang membangun sebuah puisi, yaitu tema, nada dan suasana, perasaan, serta amanat dari puisi tersebut.

A. Tema Puisi

      Tema adalah gagasan pokok yang dikemukakan oleh penyair melalui puisinya. Tema terkadang mengacu kepada penyair. Pembaca harus mengetahui latar belakang penyair agar tidak salah menafsirkan tema sebuah puisi.

B. Nada dan Suasana Puisi

         Puisi juga mengungkapkan nada dan susunan kejiwaan. Nada mengungkapkan sikap penyair terhadap pembaca. Dari sikap itu terciptalah suasana puisi. Ada puisi yang bernada sinis, protes, menggurui, memberontak, main-main, serius (sungguh-sungguh), patriotik, belas kasih (memelas), takut, mencekam, santai, masa bodoh, pesimis, humor (bergurau), mencemooh, karismatik, filosofis, khusyuk dan sebagainya.

C. Perasaan Puisi

         Perasaan puisi berhubungan dengan cara penyair mengungkapkan perasaannya. Nada dan perasaan penyair akan dapat kita tangkap jika puisi itu dibaca keras dalam pembacaan puisi atau deklamasi.

D. Alamat Puisi

          Amanat, Pesan, atau nasihat merupakan kesan yang ditangkap pembaca atau pendengar setelah membaca atau mendengar pembacaan puisi. Amanat dirumuskan sendiri oleh pembaca atau pendengar.

2. Ungkapan, Peribahasa dan Gaya Bahasa dalam Puisi

A. Ungkapan

          Ungkapan adalah kata atau kelompok kata yang mempunyai makna khusus dan makna tersebut sudah disepakati oleh masyarakat pengguna bahasa tersebut. Contoh:

Buah tangan = Oleh-oleh

Bertekuk lutut =Menyerah

Buah bibir = Menjadi bahan pembicaraan

Kepala dingin = Tenang dan sabar

B. Peribahasa

          Peribahasa adalah kalimat atau kelompok kata yang tepat susunannya dan biasanya, mengiaskan maksud tertentu. Peribahasa dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok berikut.

1. Pepatah

            Pepatah adalah peribahasa yang mengandung nasihat atau ajaran.

Contoh: Hidup berakal mati beriman (Hendaknya kita berpanjang akal dalam mengerjakan sesuatu)

2. Perumpamaaan

        Perumpamaan adalah peribahasa dalam bentuk perbandingan, biasanya, dalam peribahasa tersebut digunakan kata seperti, ibarat, bagai, bak, laksana, dan umpama.

Contoh: Bagai itik pulang petang (Pekerjaan yang dikerjakan dengan santai)

3. Pameo

            Pameo adalah peribahasa yang dijadikan semboyan.

Contoh: Esa hilang, dua terbilang.

C. Majas

            Majas adalah bahasa kias yang dipergunakan untuk memperoleh efek tertentu dari suatu benda atau hal dengan cara membandingkannya dengan benda atau hal lain yang lebih umum. Dengan kata lain, penggunaan majas tertentu dapat mengubah serta menimbulkan nilai rasa atau konotasi tertentu (Tarigan, 1995: 112). Menurut Perrine (dalam Waluyo, 1995: 83), penggunaan majas dipandang lebih efektif untuk menyatakan maksud penyair karena:

a. Majas mampu memberi kesenangan imajinatif;

b. Majas adalah cara untuk menghasilkan imaji tambahan dalam puisi sehingga yang abstrak menjadi konkret dan menjadikan puisi lebih nikmat dibaca;

c. Majas adalah cara menambah intensitas perasaan penyair untuk puisinya dan menyampaikan sikap penyair;

d. Majas adalah cara untuk mengonsentrasikan makna yang hendak disampaikan dan cara menyampaikan sesuatu dengan bahasa yang singkat. Secara garis besar, majas dapat dikelompokkan ke dalam empat kelompok besar, seperti yang tampak dalam tabel berikut.

MAJAS


Perbandingan

Pertentangan

Pertautan

Perulangan

  • Perumpamaan

  • Hiperbola

  • Metonomia

  • Repetisi

  • Metafora

  • Litotes

  • Sinekode

  • Aliterasi

  • Personifikasi

  • Ironi

  • Eufimisme


  • Alegori