Rabu, 18 Februari 2026

Contoh Teks Drama atau Naskah Drama_Tugas Drama

Berikut ini salah satu contoh Teks Drama, bagi yang membutuhkan atau memerlukan semoga bisa bermanfaat dan dipergunakan sebagaimana mestinya. Dimohon untuk yang mengcopy paste atau menyalin Teks Drama tersebut diharapkan tidak plagiat atau usahakan selalu mencantumkan sumber atau penulis dari Teks Drama tersebut, yakni saya sendiri Mila Amalya Munir.

Selamat membaca! 😍💖

kemarin perempuan dalam pelukan

Suatu ketika Rizki menikahi perempuan yang begitu ia cintai, tepatnya pada tanggal 18 maret 2017. Pernikahan mereka terbilang sangat bahagia. Hingga tak pernah Rizki bayangkan pada akhirnya. Peringatan hari jadi pernikahan mereka tinggal beberapa hari lagi bahkan sudah memutuskan untuk kepuncak dalam rangka merayakannya. Rizki dan istrinya bernama Ayu dari sini cerita mereka dimulai.

Pada suatu hari Ayu dan Rizki sedang pergi berlibur keluar kepuncak untuk memperingati hari jadi pernikahan mereka yang telah genap 1 tahun.

Riski : “Sayang, menurut kamu pemandangan disini bagus nggak?”

Ayu: “Hemm... kalau menurut kamu gimana?”

Riski: “Ya bagus lah!”

Ayu: “Sama, bagus juga”

Riski: “Kalau begitu kita kesana yuk!”

Ayu: “Kemana? disini aja lebih sejuk!”

Riski: “Tapi disana tempatnya lebih indah disana juga nggak kalah sejuk”

Ayu: “Memangnya dimana sih, jauh nggak? kalau jauh aku capek. memangnya kalau aku pingsan kamu bisa gendong aku nggak?”

Riski: “Yah, sayang jangan sampai pingsan badan kamu kan kayak gentong andaikan kayak luna maya boleh lah” Riski dengan raut wajah cengengesan.

Ayu: “Oh ceritanya kamu bandingin aku sama luna maya  yang artis itu, yang kamu idolain tapi tidak tau kamu, Kasihan.”

Riski: “Iya maaf, aku cuman bercanda biarpun kamu gendut tapi kamu tetap muat dihatiku, yakan.. yakan.”

Ayu: “Ha.ha.ha. iya-iya kamu bisa aja gombalnya.”

Riski: “Yaudah, yuk kesana.”

(Tiba-tiba ayu tersenggol seseorang)

Riski: “Sayang kamu nggak apa-apa? Untung saja jatuhnya ketanah jadinya nggak sakitkan?”

Ayu: “Bukannya ditolongin, istri lg jatuh malah dibercandain.”

(Ayu telah berdiri)

Ayu: “Sakti..?”

Sakti: “Ayu..?”

Riski: “Kalian saling kenal?”

Ayu dan Sakti: “Kami teman SMA.”

Riski: Oh, kami duluan.”

(Riski langsung menarik tangan Ayu ia merasa cemburu)

Sakti: “Hati-hati bro, jaga dia baik-baik.” Teriak Sakti

 (Beberapa tahun kemudian)

Riski dan Ayu telah dikaruniai seorang putri yang cantik mereka memberinya nama Syifa, kini Syifa sudah berusia 10 tahun.

Ayu yang sedang duduk bersantai diruang tamu. Tiba-tiba Handpone nya berbunyi ia segera mengangkat panggilan tersebut.

Ayu: “Halo, ini siapa?”

Sakti: “Ini dengan masa lalu kamu yang kamu tinggalkan demi harta.”

Ayu: (Wajah syok) “Kenapa lagi kamu muncul? aku sudah bahagia sekarang dengan keluarga kecilku.” Ayu menutup telepon secara sepihak.

Riski: Siapa yang menelpon, kok ditutup muka kamu juga kelihatan cemas?”

Ayu: “Eehhmm.. mm.. iitu orang salah sambung.”

Riski pun telah berangkat kekantor setelah berpamitan dengan Ayu. Sedangkan Syifa sudah kesekolah sedari tadi. Ayu kini tengah seorang diri dirumah tiba-tiba saja terdengar suara ketukan pintu dari luar.

Sakti: “Buka sebentar aku mau bicara sama kamu?”

Ayu: “Apa lagi mau kamu bicarakan?” ucap Ayu setelah membuka pintu kembali.

Sakti: “Aku masih sayang banget sama kamu.”

Ayu: “Cuman itu yang mau kamu katakan, kamu sadar aku sudah berkeluarga.”

Sakti: “Aku tidak peduli.”

Ayu: “Sekarang aku minta kamu pergi dari sini sekarang nanti suamiku pulang dan jadi salah paham.”

Ternyata Ayu tidak sadar jika sedari tadi ada yang mendengar percakapanya dengan Sakti. Sakti pun pergi dan Ayu menutup pintu rumah kembali. Tak lama Riski pulang saat ia ingin memasuki rumahnya tiba-tiba saja Gita dan Santi mencegat Riski dan menariknya sedikit mejauh dari pintu.

Riski: “Kenapa tiba-tiba kalian ada disini mau ketemu istri saya?”

Gita: “Bukan-bukan, kami mau kasih tau sesuatu sama kamu yakan Santi?”

Riski: “Apa?”

Gita: “Aduh, kamu emangnya nggak tau yah?”

Santi: “Atau kura-kura dalam perahu, pura-pura tidak tahu?”

Riski: “Kalian mau ngomong apa sih sebenarnya, yah saya tidak tahu lah kan belum dikasih tahu.”

Gita: “Jadi begini, tadi kami berdua melihat istrimu dengan seorang pria yang barusan datang kesini.”

Santi: “Jangan-jangan istrimu selingkuh.”

Riski: “Kalian bicara apa sih, nggak jelas mungkin saja tukang service bisa jadi peralatan dapur istri saya ada yang rusak.”

Gita: “Beneran yakan Santi.”

Santi: “Iya, pria itu juga mengatakan masih sayang sama istri kamu katanya.”

Riski: “Kalian ada-ada saja, saya capek mau istirahat.” Riski meninggalkan perbincangan mereka dan masuk kerumah.

Keesokan harinya Sakti meminta Tika untuk bertemu dengannya disebuah cafe dan bermaksud merencanakan sesuatu.

Tika: “Tumben ada apa kamu ngajak aku kesini?”

Sakti: “Gini tik aku mau minta bantu kamu.”

Tika: “Bantuan, oh aku tau masalah itu lagi yah?”

Sakti: “Iya nih.”

Tika: “Gimana kalau aku bujuk Ayu supaya mau balik lagi sama kamu.”

Sakti: “Bagaimana caranya?”

Tika: “Gampang, serahin semuanya sama aku.”

Sakti: “Oke, aku serahkan semua sama kamu, yang jelas aku sama Ayu balikan.”

Tika: “Oke deh.”

Beberapa hari kemudian Tika berhasil mengajak Ayu untuk bertemu dicafe meski dengan susah payah dan akhirnya berhasil. Ayu yang baru keluar dari rumah tanpa sengaja Gita dan Santi melihatya.

Gita: “San, liat tuh dia mau kemana.”

Santi: “Apa jangan-jangan mau ketemuan sama pria yang kemarin.”

Gita: “Yah gitu deh, namanya juga wanita 80-an.”

Santi: “Maksudnya, perempuan umur 80-an emangnya Ayu sudah setua itu?”

Gita: “Masa lo nggak tau yang lagi viral itu.”

Santi: “Ohh tau, yang lagi viral 80 jutaan si Vanessa Cencel.”

Gita: “Iya, tapi Vanessa Engel kalie bukan Vanessa Cancel. Kalau Vanessa Cansel enggak jadi dong 80 jutanya.

Syifa: “Mama...mama mau kemana, papakan belum pulang aku takut dirumah sendiri aku ikut yah ma.” Ucap Syifa yang baru keluar dari rumah.

Ayu: “Enggak usah ikut yah, jauh mama mau ketemu temen.”

Syifa: “Pokoknya aku mau ikut kemana mama mau pergi.”

Ayu: “Tapi mama pulangnya malam banget nak.”

Syifa: “Pokonya aku ikut..ikut..ikut.” (Merengek)

Ayu: “Yasudah kita pergi sekarang.”

Sesampainya dicafe

Ayu: “Kamu sudah dari tadi?”

Tika: “Nggak baru datang juga.”

Ayu: “Oh, kirain.”

Syifa: “Halo tante.”

Tika: “Syifa juga ikut?”

Ayu: “Iya dia nangis tadi pengen ikut.”

Tika: “Oh, iya sini duduk dekat tante.”

Syifa: “Iya tante.”

Ayu: “Ada apa Tika?”

Tika: “Gini Yu, gimana yah ngomongnya.”

Ayu: “Udah ngomong aja.”

Tika: “Masalah Sakti.”

Ayu: “Sakti, kenapa dia?”

Tika: “Sakti curhat sama aku katanya dia masih sayang banget sama kamu dan dia mau balikan sama kamu.”

Ayu: “Aku kan sudah punya keluarga.”

Tika: “Aku mau tanya kamu, jujur kamu juga masih sayang sama Sakti kan, dia kan cinta pertama kamu.”

Ayu: (Terdiam)

Tika: “Udah jujur aja.”

Syifa: “Sakti itu siapa ma.”

Ayu: “Teman SMA mama dulu.”

Tika: “Iya Syifa dia teman SMA kami dulu.”

Syifa: “Oh iya.”

Tika: “Jadi gimana nih yu?”

Ayu: “Iya sebenarnya aku masih punya perasaan sama Sakti tapi kamu tau sendiri aku sudah punya suami dan anak.”

Tika: “Nggak apa-apa yu, dekat lagi aja sama Sakti.”

Ayu: “Nanti suamiku marah.”

Tika: “Nggak usah ngasih tau suami kamu kan gampang.”

Ayu: “Tapi (Sambil Mikir)

Tika: “Sakti tuh hampir gila gara-gara kamu.”

Ayu: “Nanti aku lihat, aku pikir-pikir dulu.”

Tika: “Yasudah kabarin yah keputusan kamu nantinya.”

Ayu: “Iya nanti aku kabarin.”

Ayu dan Syifa pun pulang dari cafe. Sesampainya dirumah Syifa bertemu dengan Riski.

Riski: Syifa dari mana aja sama mama?”

Syifa: “Dari ketemu teman SMA mama, papa tau nggak mama mau punya pacar baru loh.”

Riski: “Kamu ngomong apa sih, Syifa.”

Syifa: “Bener pa, Syifa denger sendiri mama mau deket lagi sama om..om.. lupa namanya.”

Riski: “Kamu capekan kamu kekamar yah istirahat.”

Syifa: “Iya Syifa mau tidur, capek.”

Riski: “Kamu, dari mana kenapa Syifa sampai mengatakan kamu mau punya pacar baru.”

Ayu: “Dia salah paham, aku ketemu Tika dia punya pacar baru.”

Riski: “Tapi om yang dimaksud Syifa?”

Ayu: “Itu pacarnya Tika.”

Riski: “Yasudah aku kekamar aku capek.”

Ayu: (Melamun memikirkan perkataan Tika di cafe)

Akhirnya Ayu diam-diam menelpon Sakti dan memulai kisah mereka kembali yang pernah berakhir.

Ayu: “Halo, Sakti.. kamu lagi ngapain? Entah kenapa aku jadi ingat perkataan Tika tadi siang.”

Sakti: “Memang dia ngomong apa, sampai kamu nelpon aku?”

Ayu: “Nggak kok nggak ngomong apa-apa.”

Mulai dari telepon singkat itu dan pertemuan dibelakang Riski hingga akhirnya perselingkuhan itu terjadi. Sampai suatu ketika tidak sengaja Riski melihat chat-chat Sakti dan Ayu yang begitu mesra.

Riski: “Ayu sejak kapan kamu selingkuh dibelakang aku? Kamu tega lakuin ini semua setelah apa yang aku berikan selama ini untuk kamu, kenapa?”

Ayu: “Karna... aaku, aku juga nggak tau kenapa ini terjadi aku bingung, darimana semua ini berawal.”

Riski: “Astagfirullah, ayu kamu tau itu dosa kamu bohongin suami kamu, kamu selingkuh. Kamu harus tinggalin dia.”

Ayu: “Aku tau aku salah telah mengecewaknmu, tapi aku nggak bisa ninggalin dia aku nggak bisa.”

Riski: “Kalau itu mau kamu, kamu pilih dia?”

Ayu: “Iya dan aku mau kita pisah.”

(Ayu beranjak ingin meninggalkan rumah)

Syifa: “Mama..mama mau kemana, jangan pergi, jangan tinggalin Syifa.”

Riski: “Biarlah nak, kalau itu pilihan mama kamu papa yang akan jaga Syifa.”

Pada akhirnya pun Riski menjadi seorang duda ia yang merawat Syifa sedangkan Ayu sudah pergi dengan selingkuhannya. Tak pernah terfikirkan oleh Riski bahwa pernikahan yang telah ia bina beberapa tahun belakangan bersama Ayu hancur begitu saja karena adanya orang ketiga.

And

*Teks drama tersebut merupakan tugas kuliah Jurusan Bahasa Indonesia yang dimana ceritanya disesuaikan dengan tema yang diberikan oleh Dosen pengampuh mata kuliah. Teks drama tersebut diharapkan bisa menjadi referensi bagi yang memerlukan atau yang membutuhkan salah satu contoh Teks Drama. 😊💙

Tidak ada komentar:

Posting Komentar