Berikut ini salah satu contoh Teks Drama, bagi yang membutuhkan atau memerlukan semoga bisa bermanfaat dan dipergunakan sebagaimana mestinya. Dimohon untuk yang mengcopy paste atau menyalin Teks Drama tersebut diharapkan tidak plagiat atau usahakan selalu mencantumkan sumber atau penulis dari Teks Drama tersebut, yakni saya sendiri Mila Amalya Munir.
Selamat membaca! 😍💖
kemarin perempuan dalam pelukan
Suatu
ketika Rizki menikahi perempuan yang begitu ia cintai, tepatnya pada tanggal 18
maret 2017. Pernikahan mereka terbilang sangat bahagia. Hingga tak pernah Rizki
bayangkan pada akhirnya. Peringatan hari jadi pernikahan mereka tinggal
beberapa hari lagi bahkan sudah memutuskan untuk kepuncak dalam rangka
merayakannya. Rizki dan istrinya bernama Ayu dari sini cerita mereka dimulai.
Pada
suatu hari Ayu dan Rizki sedang pergi berlibur keluar kepuncak untuk
memperingati hari jadi pernikahan mereka yang telah genap 1 tahun.
Riski : “Sayang, menurut kamu pemandangan
disini bagus nggak?”
Ayu: “Hemm... kalau menurut kamu gimana?”
Riski: “Ya bagus lah!”
Ayu: “Sama, bagus juga”
Riski: “Kalau begitu kita kesana yuk!”
Ayu: “Kemana? disini aja lebih sejuk!”
Riski: “Tapi disana tempatnya lebih indah
disana juga nggak kalah sejuk”
Ayu: “Memangnya dimana sih, jauh nggak?
kalau jauh aku capek. memangnya kalau aku pingsan kamu bisa gendong aku nggak?”
Riski: “Yah, sayang jangan sampai pingsan
badan kamu kan kayak gentong andaikan kayak luna
maya boleh lah” Riski dengan raut wajah cengengesan.
Ayu: “Oh ceritanya kamu bandingin aku sama
luna maya yang artis itu, yang kamu idolain tapi tidak
tau kamu, Kasihan.”
Riski: “Iya maaf, aku cuman bercanda
biarpun kamu gendut tapi kamu tetap muat dihatiku, yakan.. yakan.”
Ayu: “Ha.ha.ha. iya-iya kamu bisa aja
gombalnya.”
Riski: “Yaudah, yuk kesana.”
(Tiba-tiba ayu tersenggol seseorang)
Riski: “Sayang kamu nggak apa-apa? Untung
saja jatuhnya ketanah jadinya nggak sakitkan?”
Ayu: “Bukannya ditolongin, istri lg jatuh
malah dibercandain.”
(Ayu telah berdiri)
Ayu: “Sakti..?”
Sakti: “Ayu..?”
Riski: “Kalian saling kenal?”
Ayu dan Sakti: “Kami teman SMA.”
Riski: Oh, kami duluan.”
(Riski langsung menarik tangan Ayu ia
merasa cemburu)
Sakti: “Hati-hati bro, jaga dia
baik-baik.” Teriak Sakti
(Beberapa
tahun kemudian)
Riski
dan Ayu telah dikaruniai seorang putri yang cantik mereka memberinya nama Syifa,
kini Syifa sudah berusia 10 tahun.
Ayu
yang sedang duduk bersantai diruang tamu. Tiba-tiba Handpone nya berbunyi ia segera mengangkat panggilan tersebut.
Ayu: “Halo, ini siapa?”
Sakti: “Ini dengan masa lalu kamu yang
kamu tinggalkan demi harta.”
Ayu: (Wajah syok) “Kenapa lagi kamu
muncul? aku sudah bahagia sekarang dengan keluarga kecilku.” Ayu menutup
telepon secara sepihak.
Riski: Siapa yang menelpon, kok ditutup
muka kamu juga kelihatan cemas?”
Ayu: “Eehhmm.. mm.. iitu orang salah
sambung.”
Riski
pun telah berangkat kekantor setelah berpamitan dengan Ayu. Sedangkan Syifa
sudah kesekolah sedari tadi. Ayu kini tengah seorang diri dirumah tiba-tiba
saja terdengar suara ketukan pintu dari luar.
Sakti: “Buka sebentar aku mau bicara sama
kamu?”
Ayu: “Apa lagi mau kamu bicarakan?” ucap
Ayu setelah membuka pintu kembali.
Sakti: “Aku masih sayang banget sama
kamu.”
Ayu: “Cuman itu yang mau kamu katakan,
kamu sadar aku sudah berkeluarga.”
Sakti: “Aku tidak peduli.”
Ayu: “Sekarang aku minta kamu pergi dari
sini sekarang nanti suamiku pulang dan jadi salah paham.”
Ternyata
Ayu tidak sadar jika sedari tadi ada yang mendengar percakapanya dengan Sakti.
Sakti pun pergi dan Ayu menutup pintu rumah kembali. Tak lama Riski pulang saat
ia ingin memasuki rumahnya tiba-tiba saja Gita dan Santi mencegat Riski dan
menariknya sedikit mejauh dari pintu.
Riski: “Kenapa tiba-tiba kalian ada disini
mau ketemu istri saya?”
Gita: “Bukan-bukan, kami mau kasih tau
sesuatu sama kamu yakan Santi?”
Riski: “Apa?”
Gita: “Aduh, kamu emangnya nggak tau yah?”
Santi: “Atau kura-kura dalam perahu,
pura-pura tidak tahu?”
Riski: “Kalian mau ngomong apa sih
sebenarnya, yah saya tidak tahu lah kan belum dikasih tahu.”
Gita: “Jadi begini, tadi kami berdua
melihat istrimu dengan seorang pria yang barusan datang kesini.”
Santi: “Jangan-jangan istrimu selingkuh.”
Riski: “Kalian bicara apa sih, nggak jelas
mungkin saja tukang service bisa jadi
peralatan dapur istri saya ada yang rusak.”
Gita: “Beneran yakan Santi.”
Santi: “Iya, pria itu juga mengatakan
masih sayang sama istri kamu katanya.”
Riski: “Kalian ada-ada saja, saya capek
mau istirahat.” Riski meninggalkan perbincangan mereka dan masuk kerumah.
Keesokan
harinya Sakti meminta Tika untuk bertemu dengannya disebuah cafe dan bermaksud
merencanakan sesuatu.
Tika: “Tumben ada apa kamu ngajak aku
kesini?”
Sakti: “Gini tik aku mau minta bantu
kamu.”
Tika: “Bantuan, oh aku tau masalah itu
lagi yah?”
Sakti: “Iya nih.”
Tika: “Gimana kalau aku bujuk Ayu supaya
mau balik lagi sama kamu.”
Sakti: “Bagaimana caranya?”
Tika: “Gampang, serahin semuanya sama
aku.”
Sakti: “Oke, aku serahkan semua sama kamu,
yang jelas aku sama Ayu balikan.”
Tika: “Oke deh.”
Beberapa
hari kemudian Tika berhasil mengajak Ayu untuk bertemu dicafe meski dengan
susah payah dan akhirnya berhasil. Ayu yang baru keluar dari rumah tanpa
sengaja Gita dan Santi melihatya.
Gita: “San, liat tuh dia mau kemana.”
Santi: “Apa jangan-jangan mau ketemuan
sama pria yang kemarin.”
Gita: “Yah gitu deh, namanya juga wanita
80-an.”
Santi: “Maksudnya, perempuan umur 80-an
emangnya Ayu sudah setua itu?”
Gita: “Masa lo nggak tau yang lagi viral
itu.”
Santi: “Ohh tau, yang lagi viral 80 jutaan
si Vanessa Cencel.”
Gita: “Iya, tapi Vanessa Engel kalie bukan
Vanessa Cancel. Kalau Vanessa Cansel enggak jadi dong 80 jutanya.
Syifa: “Mama...mama mau kemana, papakan
belum pulang aku takut dirumah sendiri aku ikut yah ma.” Ucap Syifa yang baru
keluar dari rumah.
Ayu: “Enggak usah ikut yah, jauh mama mau
ketemu temen.”
Syifa: “Pokoknya aku mau ikut kemana mama
mau pergi.”
Ayu: “Tapi mama pulangnya malam banget
nak.”
Syifa: “Pokonya aku ikut..ikut..ikut.”
(Merengek)
Ayu: “Yasudah kita pergi sekarang.”
Sesampainya dicafe
Ayu: “Kamu sudah dari tadi?”
Tika: “Nggak baru datang juga.”
Ayu: “Oh, kirain.”
Syifa: “Halo tante.”
Tika: “Syifa juga ikut?”
Ayu: “Iya dia nangis tadi pengen ikut.”
Tika: “Oh, iya sini duduk dekat tante.”
Syifa: “Iya tante.”
Ayu: “Ada apa Tika?”
Tika: “Gini Yu, gimana yah ngomongnya.”
Ayu: “Udah ngomong aja.”
Tika: “Masalah Sakti.”
Ayu: “Sakti, kenapa dia?”
Tika: “Sakti curhat sama aku katanya dia
masih sayang banget sama kamu dan dia mau balikan sama kamu.”
Ayu: “Aku kan sudah punya keluarga.”
Tika: “Aku mau tanya kamu, jujur kamu juga
masih sayang sama Sakti kan, dia kan cinta pertama kamu.”
Ayu: (Terdiam)
Tika: “Udah jujur aja.”
Syifa: “Sakti itu siapa ma.”
Ayu: “Teman SMA mama dulu.”
Tika: “Iya Syifa dia teman SMA kami dulu.”
Syifa: “Oh iya.”
Tika: “Jadi gimana nih yu?”
Ayu: “Iya sebenarnya aku masih punya
perasaan sama Sakti tapi kamu tau sendiri aku sudah punya suami dan anak.”
Tika: “Nggak apa-apa yu, dekat lagi aja
sama Sakti.”
Ayu: “Nanti suamiku marah.”
Tika: “Nggak usah ngasih tau suami kamu
kan gampang.”
Ayu: “Tapi (Sambil Mikir)
Tika: “Sakti tuh hampir gila gara-gara
kamu.”
Ayu: “Nanti aku lihat, aku pikir-pikir
dulu.”
Tika: “Yasudah kabarin yah keputusan kamu
nantinya.”
Ayu: “Iya nanti aku kabarin.”
Ayu dan Syifa pun pulang dari cafe.
Sesampainya dirumah Syifa bertemu dengan Riski.
Riski: Syifa dari mana aja sama mama?”
Syifa: “Dari ketemu teman SMA mama, papa
tau nggak mama mau punya pacar baru loh.”
Riski: “Kamu ngomong apa sih, Syifa.”
Syifa: “Bener pa, Syifa denger sendiri
mama mau deket lagi sama om..om.. lupa namanya.”
Riski: “Kamu capekan kamu kekamar yah
istirahat.”
Syifa: “Iya Syifa mau tidur, capek.”
Riski: “Kamu, dari mana kenapa Syifa
sampai mengatakan kamu mau punya pacar baru.”
Ayu: “Dia salah paham, aku ketemu Tika dia
punya pacar baru.”
Riski: “Tapi om yang dimaksud Syifa?”
Ayu: “Itu pacarnya Tika.”
Riski: “Yasudah aku kekamar aku capek.”
Ayu: (Melamun memikirkan perkataan Tika di
cafe)
Akhirnya
Ayu diam-diam menelpon Sakti dan memulai kisah mereka kembali yang pernah
berakhir.
Ayu: “Halo, Sakti.. kamu lagi ngapain?
Entah kenapa aku jadi ingat perkataan Tika tadi siang.”
Sakti: “Memang dia ngomong apa, sampai
kamu nelpon aku?”
Ayu: “Nggak kok nggak ngomong apa-apa.”
Mulai
dari telepon singkat itu dan pertemuan dibelakang Riski hingga akhirnya
perselingkuhan itu terjadi. Sampai suatu ketika tidak sengaja Riski melihat
chat-chat Sakti dan Ayu yang begitu mesra.
Riski: “Ayu sejak kapan kamu selingkuh
dibelakang aku? Kamu tega lakuin ini semua setelah apa yang aku berikan selama
ini untuk kamu, kenapa?”
Ayu: “Karna... aaku, aku juga nggak tau
kenapa ini terjadi aku bingung, darimana semua ini berawal.”
Riski: “Astagfirullah, ayu kamu tau itu
dosa kamu bohongin suami kamu, kamu selingkuh. Kamu harus tinggalin dia.”
Ayu: “Aku tau aku salah telah
mengecewaknmu, tapi aku nggak bisa ninggalin dia aku nggak bisa.”
Riski: “Kalau itu mau kamu, kamu pilih
dia?”
Ayu: “Iya dan aku mau kita pisah.”
(Ayu beranjak ingin meninggalkan rumah)
Syifa: “Mama..mama mau kemana, jangan
pergi, jangan tinggalin Syifa.”
Riski: “Biarlah nak, kalau itu pilihan
mama kamu papa yang akan jaga Syifa.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar